Asscholmedia.net – Setiap orang laki-laki pasti ingin mempunyai istri yang shalihah dan baik akhlaknya, bahkan senakal-nakalnya laki-laki sudah barang tentu ingin punya pendamping yang baik budi pekertinya. Mereka pun berdoa :

رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَ ٰ⁠جِنَا وَذُرِّیَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡیُنࣲ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِینَ إِمَامًا

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (Surat Al-Furqan: 74)

Kata ulama, baiknya seorang istri berbanding lurus dengan baiknya hubungan suami terhadap Tuhannya.

Artinya, semakin baik hubungan seorang suami dengan Tuhannya, maka akan semakin baik pula budi pekerti istrinya. Jika tidak, mungin dia adalah tipe seorang suami yang akan diangkat wali dengan mendapat cobaan dari istrinya.

Imam asy-Sya’rani berkata dalam kitab Tanbihun Mughtarrin, “Sebagian dari akhlakair jordan 4 military black stetson casquettes red and black jordan 1 vanhunks kayak jordan air force 1 Iowa State Football Uniforms red and black jordan 1 nike air max womens nike air max womens casquette femme von dutch pepe jeans outlet casquette femme von dutch air jordan retro 1 mid casual shoes sac petite mendigote blow up two person kayak para ulama, mereka bersabar atas sikap buruk istrinya, ketika istrinya membangkang, mereka anggap itu sebagai gambaran hubungan dirinya terhadap Tuhannya. Setiap mereka menyalahi perintah Tuhannya, secara otomatis istri mereka juga akan menyalahi suaminya. Demikian itu adalah kaidah kebanyakan, bukan kaidah keseluruhan.

Kecuali para nabi, karena mereka ma’sum alias terjaga.

Jika mereka ternyata tidak menyalahi Tuhannya, tapi istri mereka yang menyalahi, maka mereka bersabar, dan menganggap bahwa keburukan istri tidak seberapa dibanding kebaikannya.

Meski demikian, mereka tetap melakukan kewajibannya sebagai seorang suami dengan sempurna, dan mereka tetap menjalankan amanah di tengah pembangkangan istrinya. Mereka mengamalkan sebuah hadits :

أد الأمانة إلى من إئتمنك، ولا تخن من خانك

“Tunaikanlah amanah terhadap orang yang memberikan amanah dan janganlah engkau berlaku khianat kepada orang yang mengkhianatimu.””

Untuk itu, kata RKH. Fakhrillah Aschal, “Jika kamu ingin memperbaiki akhlak istrimu, maka perbaiki hubunganmu dengan Allah subhanahu wa ta’ala.”

Namun jika hubunganmu dengan Allah sudah baik, tapi akhlak istrimu tetap buruk, mungkin kamu adalah orang yang akan diangkat sebagai wali oleh Allah.

Semoga bermanfaat.

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Doa Yang Dibaca Saat Ziarah Para Wali Dari Guru PP. Syaichona Moh. Cholil Bangkalan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.