Asscholmedia.net – Di manapun Pondok Pesantren atau di sekolah Madrasah Diniyah berada. Jika hari Jum’at, kegiatan sekolah pasti libur.

So, Sebagian orang bertanya. “Kenapa harus libur hari Jum’at? Kok bukan hari lainnya.”

Jawabannya, menurut al-Habib Abdurrahman bin Muhammad yang dikenal dengan sebutan Ba’alawiy al-Husainiy al-Hadhramiy mengatakan:

(فائدة) : المتجة جواز ترك التعليم يوم الجمعة، لأنه يوم عيد مأمور فيه بالتبكير والتنظيف وقطع الأوساخ والروائح الكريهة، والدعاء إلى غروب الشمس رجاء ساعة الإجابة اهـ فتاوى ابن حجر.

Menurut pendapat yang diunggulkan, boleh libur (sekolah) pada hari Jum’at karena hari tersebut termasuk hari raya umat Islam yang dianjurkan tabkir (berangkat untuk sholat Jum’at lebih pagi), melakukan bersih-bersih, (seperti mencukur rambut, memotong kuku, dan sebagainya), kegiatan untuk menghilangkan aroma atau bau yang tidak sedap baik pada badan atau tempat, anjuran untuk memperbanyak berdo’a sampai matahari terbenam di hari Jum’at dengan harapan bertepatan dengan waktu terkabulnya segala do’a. Demikian tertulis dalam Fatawi Ibni Hajar. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah ﷺ:

إن هذا يوم عيد جعله الله للمسلمين فمن جاء إلى الجمعة فليغتسل.

Artinya: “Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi umat Islam. Maka barang siapa hendak menghadiri shalat Jum’at hendaklah mandi terlebih dahulu.” (HR. Ibnu Majah).

Begitu juga disebutkan dalam kitab Risalatul Muawanah wal Mudzaharah wal Muwazarah karya Al-Habib Abdullah bin Alawaiy al-Haddad al-Hadharamy mengatakan:

وعليك بالتفرغ يوم الجمعة من جميع أشغال الدنيا، واجعل هذا اليوم الشريف خالصا لآخرتك، فلا تشتغل فيه إلا بمحض الخير ومجرد الإقبال على الله وأحسن المراقبة لساعة الإجابة، وهي ساعة تكون في يوم الجمعة لا يوافقها مسلم يسأل الله خيرًا ويستعيذ من شر إلا استجاب له.

Artinya: “Hendaklah pada hari Jum’at engkau meliburkan diri dari kesibukan-kesibukan duniawi. Dan jadikan hari yang mulia ini sepenuhnya untuk kepentingan akhiratmu. Janganlah di hari tersebut sibuk kecuali dalam urusan kebaikan murni, memfokuskan diri menghadap pada Allah ﷻ dan baiknya pengawasan dalam mencari waktu yang dikabulkan, yaitu waktu (mustajab) yang ada di hari Jum’at. Tidak seorang muslim berdo’a minta kebaikan kepada Allah ﷻ dan mohon perlindungan dari kejelekan kecuali doanya akan dikabulkan.

Waallahu A’lamu

Penulis Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Muawanah wal Mudzaharah wal Muwazarah| Al-Habib Abdullah bin Alawaiy al-Haddad al-Hadharamy| Daru al-Kutub al-Ilimiyah hal 57.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.