Asscholmedia.net – Manusia hidup di bumi ini tidak semata hanya makan dan minum untuk mempertahankan hidup, tidak pula untuk menikmati gemerlap kesenangan duniawi, lebih dari itu melainkan untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan selanjutnya, agar beribadah pada sang maha pencipta.

Kehidupan di dunia ini sementara, seperti menyusuri sebuah jalan untuk mencapai sebuah tujuan. Perjalanan ini membawa sebuah misi penting yang telah diamanahkan oleh Allah. Selama perjalanan ini, kita tidak boleh lupa dengan misi utama ini sehingga terlena dalam perjalanan dan tidak bisa mencapai tujuan dari diciptakannya kita di dunia.

Rasulullah SAW juga mengingatkan kita mengenai kehidupan dunia. Beliau bersabda: “Perbandingan dunia dan akhirat seperti orang yang mencelupkan jari tangannya ke dalam laut, lalu diangkatnya dan dilihatnya apa yang di perolehnya.” (HR. Muslim dan Ibnu Majah).

Dalam keterangan lain, Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

مَنْ عَشِقَ الدُّنْيَا نَظَرَتْ إِلَى قَدْرِهَا عِنْدَهُ فَصَيَّرَتْهُ مِنْ خَدَمِهَا وَعَبِيْدِهَا وَأَذَلَّتْهُ. وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْهَا نَظَرَتْ إِلَى كِبَرِ قَدْرِهِ فَخَدَمَتْهُ وَذَلَّتْ لَهُ.

“Barang siapa memuja dunia, maka dunia akan melihat dirinya berharga di sisi orang tersebut. Dunia pun akan menjadikannya sebagai salah satu pelayan dan budaknya serta menghinakannya. Dan barang siapa berpaling dari dunia, maka dunia akan memandang besarnya kemuliaan orang tersebut. Dunia pun akan melayaninya dan merendahkan diri kepadanya.”

Jadi, langkah yang lebih baik untuk kehidupan kita adalah tidak mengagungkan dunia dan terlena olehnya maka kehidupan kita akan menjadi mulia.

Penulis: Mahmud Zubairi
Penyunting: Mr.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.