Asscholmedia.net – Dalam keadaan emosi, kadang seseorang mendoakan buruk pada dirinya sendiri, anak, pembantu dan harta benda yang dimilikinya. Tidak sadar bahwa akibat buruknya akan kembali pada dirinya sendiri dan orang terdekat yang didoakan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لاَ تَدْعُوْا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، وَلاَ تَدْعُوْا عَلَى أَوْلاَدِكُمْ، وَلاَ تَدْعُوْا عَلَى أَمْوَالِكُمْ، لاَ تُوَافِقُوْا مِنَ اللهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيْهَا عَطَاءً فَيَسْتَجِيْبَ لَكُمْ.

“Janganlah kalian mendoakan keburukan menimpa dirimu, janganlah kalian mendoakan keburukan menimpa anak-anakmu, janganlah kalian mendoakan keburukan menimpa hartamu, agar doa kalian tidak bersamaan dengan waktu dikabulkannya doa dari Allah sehingga doa keburukan itu dikabulkan.”

Shahih: Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Kitab ash-Shalah, Bab an-Nahyu an Yad’uwa ala Ahlihi wa Malihi, 1/479, no. 1532, dan Imam Muslim diakhir kitab Shahihnya, Kitab az-Zuhd, Bab Hadits Jabir, 4/2304, no. 3009.

Berdasarkan hadits ini, Syaikh Abu Bakar Syatho dalam I’anah ath-Thalibinnya berkata: “Dimakruhkan bagi seseorang mendoakan buruk pada diri sendiri, anak, harta atau pembantu. Sedangkan hadits:

إِنَّ اللََٰه لاَ يَقْبَلُ دُعَاءُ حَبِيْبٍ عَلىٰ حَبِيْبِهِ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima doa keburukan oleh seorang kekasih kepada kekasihnya”. adalah Dhoif (lemah). Waallahu A’lamu.

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:Syaikh Abu Bakar Syatho| I’anah ath-Thalibin| Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 4 hal 175.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.