Asscholmedia.net – Tidak semua Jin itu berperilaku baik karena Jin ada yang Islam dan ada juga yang Kafir yang suka menggangu manusia hingga kerasukan. Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa Jin itu Islam atau Kafir? Berikut terik cara mengetahui aqidah (keyakinan agama yang dianut) Jin sebagaimana keterangan yang disampaikan Syaikh Wahid Abdussalam Baliy dalam kitabnya Wiqatu al-Insan mina al-Jin wa asy-Syaithon menyebutkan:

إذا أردت أن تعرف عقيدة الجني دون أن تسأله فاقرأ عليه الآيات التي تخاطب أهل الكتاب كقوله تعالى: لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللهَ هُوَ المَسيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ﴿ المائدة: ١٧ ﴾ ، ومثلها من الآيات فإن صرخ فاعلم أنه نصران مثل قوله تعالى: وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرُ ابْنُ الله وقَالَتِ النَّصَارَى المَسيحُ ابْنُ الله ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قُوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ قبْلُ قَالَهُمْ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ ﴿التوبة : ۳۰﴾.

“Bila Anda ingin mengetahui Aqidah Jin tanpa harus menanyakannya, caranya bacakan padanya Ayat-Ayat yang ditujukan pada Ahli Kitab (Orang-orang Yahudi dan Nasrani) seperti firman Allah ﷻ:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۚ

Artinya: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam” (SQ. Al-Ma’idah: 17).

Jika ia menjerit. Berarti Jin itu beragama Nasrani dan Ayat-Ayat yang lain semisal firman Allah ﷻ:

وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرُ ِۨابْنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِاَفْوَاهِهِمْ ۚ يُضَاهِـُٔوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ ۗقَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ.

Artinya: “Dan orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (QS. At-Taubah: 30).

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Syaikh Wahid Abdussalam Baliy| Wiqatu al-Insan mina al-Jin wa asy-Syaithon| Maktabah at-Tabi’in al-Qahirah hal 89.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.