Asscholmedia.net – Ketika Rasulullah ﷺ lahir ke dunia, hanya jin yang menjerit ketakutan. Imam al-Bushiri bersenandung dalam Burdahnya :

والجن تهتف والأنوار ساطعةٌ
والحق يظهر من معنى ومن كلم

“Para jin menjerit, cahaya membumbung tinggi ke angkasa. Kebenaran tampak nyata dari makna maupun kata.”

والجن تصيح وترجف مما حصل لهم من الخوف والرعب ويتكلمون مع أولياءهم فيما دهمهم من ذالك والأنوار ساطعة يوم مولده صلى الله عليه وسلم مضيئة مرتفعة في الآفاق والحق اي صدق النبوة من المعاني التي اتت بها الكتب المنزلة ومن الكلام الذي نطقت به السنة الأخبار والرهبان

“Maka jin-jin pun berteriak dan gemetar karena ketakutan, dan mereka melaporkan kepada pemimpin-pemimpin mereka tentang apa yang sedang terjadi. Cahaya terang memancar tinggi di Iangit pada hari kelahiran Nabi Muhammad ﷺ. Kebenaran atas kenabiannya nampak dari arti yang dibawa kitab-kitab suci yang diturunkan sebelumnya dan dari keterangan ulama-ulama Yahudi serta pendeta-pendeta Kristen.”

Demikian pula mereka yang membenci perayaan maulid, mirip dengan bangsa jin, mereka menjerit kepanasan. Bagi mereka yang awam-awam melaporkan kepada ulama-ulamanya, agar dicarikan dalil untuk lebih kuat dalam membenci.

Namun bagi kita para pecinta, tidak usah mendengarkan jeritan mereka, sebab kita yakin, dalil mereka sudah patah, dan mereka juga tidak mau mendengarkan dalil dari kita.

Mereka hanya mau mendengarkan dalil dari ulamanya sendiri dengan fanatik butanya. Kita pun seharusnya lebih fatik dengan cinta ini, melawan fanatik yang ingkar terhadap cinta.

Seandainya mereka punya cinta, tentu mereka juga ikut bersenandung bersama kita, berbahagia merayakan hari kelahirannya. Seperti kata syair :

لوذقت شوق قلب المتيم بحبه
لهنت طربا بأشواق المحبين

“Jika kau merasakan rindunya hati yang menderita, bersebab cinta kepadanya. Tentu kau akan bersenandung dan bernyanyi, bersama rindunya para pecinta.”

Untuk itu, marilah kita terus bersenandung menyambut bulan kelahiran sang baginda tercinta dengan bersyair.

ترحبنا بقدوم الشهر البديع
مرحبا فمرحبا ياشهر الربيع

هيابنا نحتفل للنبی البديع
مرحبا فمرحبا بشهر الربيع

“Kita sambut datangnya bulan yang indah, selamat datang, selamat wahai bulan Rabiul Awal.”

“Mari kita berpesta untuk nabi yang rupawan, selamat datang, selamat datang bulan kelahiran.”

Semoga cinta ini, menjadikan kita berhak mendapat syafaat dari Nabi Muhammad ﷺ kelak. Amin.

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.