Asscholmedia.net – Kata gori suami terbaik adalah dia yang paling baik terhadap keluarganya. Mari baca sabda Rasulullah ﷺ berikut ini :

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى. رواه الترمذى

“Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi)

Seperti apa contoh suami yang paling baik terhadap keluarganya, tentu sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah ﷺ karena beliau sendiri yang mengakuinya.

Ketika Sayidah Aisyah sedang butuh hiburan, Rasulullah ﷺ mengundang putri-putri kaum Anshar untuk menemaninya bermain. Rasulullah ﷺ juga meminum dari sisa minuman Sayidah Aisyah. Menciumnya meski sedang berpuasa. Menonton hiburan orang-orang Habsyah di masjid. Lomba kejar-kejaran. Dan ketika Sayidah Aisyah marah hingga keluar kata-kata,

وأنت الذى يزعم أنك نبي الله؟

“Kamu adalah orang yang mengaku sebagai Nabi-Nya Allah?”

Mendengar itu, Rasulullah ﷺ hanya membalas dengan senyuman.

Intinya, seorang suami harus peka dengan perasaan istrinya. Mengerti atas apa yang ia suka dan yang ia benci. Dan melayani atas apa yang ia butuhkan.

Sedangkan katagori istri terbaik adalah sebagaimana penjelasan hadits berikut ini. Mari simak baik-baik:

خَيْرُ النِّساءِ الَّتِي إذا نَظَرْتَ إلَيْها سَرَّتْكَ، وإذا أمَرْتَها أطاعَتْكَ، وإذا غِبْتَ عَنْها حَفِظَتْكَ في مالِكَ ونَفْسِها. رواه البيهقى

“Wanita terbaik adalah ia yang bila engkau pandang membuatmu bahagia, bila engkau perintah ia menurutinya, dan bila engkau tidak ada ia menjaga dirinya dan hartamu untukmu.” (HR. Baihaqi)

Dalam hadits ini, Rasulullah menyebutkan urutan pertama ciri-ciri istri terbaik adalah dia yang ketika dipandang menyenangkan dan membuat suaminya bahagia.

Hal itu bisa dilakukan dengan cara berdandan atau tersenyum mesra, terutama ketika suaminya baru datang dari kerja. Sambutan hangat dan senyuman istri dapat menghilangkan lelahnya badan sebab bekerja. Bahkan senyuman istri dapat menyelamatkan suami dari godaan-godaan wanita di luar rumahnya.

Kedua, istri terbaik adalah yang taat ketika diperintah, selagi bukan perintah yang dilarang oleh syari’at.

Tidak seperti contoh konten-konten video yang berseliweran di sosmed, dimana istri baru taat perintah suami kalau ada uangnya, lalu ketika suaminya sedang tidak punya uang tidak mau nurut perintahnya.

Ketiga adalah menjaga diri dan harta suaminya. Tidak mengumbar kecantikan atau auratnya di depan mata laki-laki lain, baik di dunia nyata atau maya.

Ada sebuah ungkapan, “Andai kaum wanita bisa meminjam kedua mata laki-laki, tentu mereka akan malu keluar rumah karena takut dilihat oleh laki-laki.”

Sebab laki-laki ketika melihat wanita, dia melihat dengan syahwatnya, seakan-akan tembus pandang sekalipun wanita itu dengan balutan kain yang rapi dan tebal di seluruh tubuhnya.

Jadi, istri terbaik bukanlah dia yang rajin ibadah tapi tidak mampu menyenangkan hati suaminya, sehingga suaminya tidak berada di sisinya, atau bahkan mencari ketenangan lain di luar rumahnya. Bukan pula yang sangat pintar sehingga, tidak mau nurut perintah suaminya karena dianggap kurang pas. Dan bukan yang pintar cari uang karirnya yang hebat, tapi tidak bisa menghargai hasil kerja suaminya dan tidak bisa menjaga harta suaminya dan harga dirinya.

Wallahu A’lam

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.