Asscholmedia.net – Rasulullah berangkat hijrah dari Makkah ke Madinah terjadi pada bulan Shafar, sebagaimana kebiasaan orang Arab ketika bulan Shafar rumahnya menjadi kosong ditinggal pergi, dan oleh sebab itu bulan Shafar diberi nama Shafar.

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir juz IV halaman 146 menjelaskan :

صفر : سمي بذلك لخلو بيوتهم منهم، حين يخرجون للقتال والأسفار

“Bulan Shafar dinamakan dengan Shafar karena sepinya rumah-rumah mereka ketika ditinggal bepergian atau berperang.”

Bukan hanya peristiwa hijrah, tapi ada juga beberapa peristiwa lain yang dialami oleh nabi dan keluarganya di bulan ini.

Disebutkan dalam kitab Syarhul Atsar Fima Warada ‘An Syahris Shafar, halaman 17, karya Abi Bakr al-Adni bin Ali al-Masyhur.

مبتدئا ز و ا جه من أمنا * خديجة الكبرى بأيام الصفر
و زوج الزهراء فيه فرحا * بحيدر الكرار فى يوم أغر
وهجرة الرسول فيما ذكروا * بأخر الأيام فى غار الحجر
وغزوة الأبواء فيه صدرت * كأول الغزوات ضد من كفر

“Pada bulan Shafar, Rasulullah menikah dengan Sayidah Khadijah, dan mengawinkan putrinya yang bernama Fathimatu az-Zahra juga pada bulan itu.

Hijrahnya beliau dan berada di goa al-Hajar juga terjadi pad bulan Shafar. Perang Abwa yang merupakan perang pertama dalam Islam juga terjadi pada bulan itu.”

Sedangkan orang Madura menyebutnya dengan bulan Jhin Mera, karena saatnya mereka bagi-bagi Jhin Mera kepada sanak, saudara dan tetangga.

Jhin Mera dalam bahasa Indonesia berarti Bubur Merah. Diambil nama dari warnanya yang merah, meski ternyata ada warna lain selain merah, seperti warna putih, hitam dan lainnya.

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.