Asscholmedia.net – Imam al-Yafi’iy nama lengkapnya Abdullah bin As’ad bin Ali bin Sulaiman bin Fallah al-Yafi’iy (w. 768 h) mengutip dari Syaikh Abi Bakr adh-Adharariy (w. 324 h) menceritakan: “Aku memiliki tetangga seorang pemuda yang baik—puasa di sepanjang siang hari dan ibadah disepanjang malam—pada suatu hari ia mendatangiku lalu ia mengisahkan mimpinya: “Wahai Ustadz, di satu malam aku tidur meninggalkan kebiasaan riwidku. Dalam mimpi itu aku melihat mihrabku pecah. Tiba-tiba dari arah mihrab itu muncul bidadari-bidadari yang cantik jelita, yang kecantikannya tidak tertandingi. Namun aneh, ada satu dari bidadari itu yang paras jelek sekali. Lantas aku bertanya pada bidadari-bidadari itu:

“Kalian yang cantik-cantik ini untuk siapa? Dan bagi siapa bidadari yang buruk rupa ini?”

Mereka para bidadari itu menjawab:

“Kami yang cantik-cantik ini adalah amal-amalmu yang telah engkau lewati dan bidadari yang buruk rupa ini adalah malam saat engkau tidur meninggalkan kebiasaan wiridmu seandainya engkau mati di malam itu, maka itulah bagian yang dapatkan”.

Kemudian bidadari yang buruk rupa itu menembangkan sebuah puisi:

اسأل لمولاك وارددني إلى حالى … فأنت قبحتنى من بين اشكالى

لا ترقدّن الليالى ما حييت فان … نمت الليالى فهنّ الدهر أمثالي

“Memohonlah pada Tuhanmu, kembalikan (wajah)ku seperti semula
Engkau telah membuat jelek paras wajahku

Janganlah tidur di malam hari selagi engkau masih hidup
jika engku tidur, maka malam-malam itu akan sepertiku”

Kemudian bidadari-bidadari yang jelita menjawab:

ابشر بخير فقد نلت الغنى أبدا … فى جنة الخلد فى روضات جنات
نحن الليالى اللواتى كنت تسهرها … تتلو القرآن بترجيع ورنات
ابشر وقد نلت ما ترجوه من ملك … بر يجود بإفضال وفرحات
غدا تراه تجلى غير محتجب … تدنى إليه وتحظى بالتحيات

“Berbahagialah! dengan kebaikan, maka engkau akan memperoleh kekayaan selamanya
di surga yang abadi dalam taman-tanam surga

Kami adalah malam-malammu yang engkau arungi, dengan membaca al-Qur’an, mengulang-ulang dan merenungi

Berbahagialah! Sungguh engaku telah peroleh apa yang engkau harapkan dari Dzat yang maha memiliki
Dzat yang maha baik, dermawan dengan aneka anugerah dan kebahagian

Kelak engkau akan melihatnya dengan jelas tanpa ada suatu yang menghalangi
Mendekatlah pada-Nya dan perlakukan dengan penuh penghormatan

Sahdan, setelah pemuda itu menceritakan mimpinya. Ia lalu mengerang, kemudian tidak sadarkan diri dan meninggal dunia. Semoga Allah ﷻ memberikan rahmat-Nya. Amin

Penulis: Abdul Adzim

NB: Kisah ini dikutip oleh banyak Ulama dalam literatur mereka diantaranya:

✍️ Syaikh Afifuddin Abi as-Sa’dat Abdullah bin As’ad bin Ali al-Yafa’iy al-Yamaniy al-Makkiy| Raudhu ar-Rayyahin fi Hikayatu ash-Shalihin| Daru al-Kutub al-Ilmiyah hal 52-53.

✍️ Syaikh Zanuddin bin Abdul Aziz bin Zanuddin bin Ali al-Mua’bariy al-Malibariy| Irsyadu al-Ibad ila Sabilu ar-Rasyad| Daru al-Kutub al-Ilmiyah hal 38.

✍️ Syaikh Zanuddin bin Abdul Aziz bin Zanuddin bin Ali al-Mua’bariy al-Malibariy| Kaifitu al-Atqiya wa Minhaju ash-Shiya | Daru al-Kutub al-Ilmiyah hal 194-195.

✍️ Syaikh Sirajuddin Umar bin Ali bin Ahmad Ibnu al-Mulaqqin al-Anshoriy al-Andalusiy| Hadaiqu al-Awliya| Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 2 hal 134-135.

✍️ Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Jardaniy| Misbahu adz-Dzalam bi Syarhi Nailu al-Maram min Ahadits al-Anam| Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 524.

✍️ Syaikh abdul Qadir ar-Rafi’iy al-Faruqiy ath-Tharabalisiy| Ihya al-Qulub| Daru al-Kutub al-Ilmiyah hal 63-64.

✍️ Syaikh Ismail Haqqiy bin Musthafa al-Hanafiy al-Khalwatiy al-Barusawi| Ruhu al-Bayan fi Tafsir al-Qur’a| Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 3 hal 89.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.