Asscholmedia.net – Di suatu malam, di zaman Khalifah Umar bin al-Khattab ra. Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra bermimpi seakan ia sholat Subuh di belakang Rasulullah ﷺ. Tatkala Sayyidina Ali ra usai melaksanakan sholat Subuh dan keluar dari masjid, di depan pintu masjid ia bertemu dengan seorang wanita yang membawa senampan kurma. Lantas wanita itu berkata pada Sayyidina Ali ra:

“Wahai Ali! Ambilah nampan ini dan suguhkan kepada Rasulullah ﷺ.

Ketika nampan yang berisi kurma itu disuguhkan pada Rasulullah ﷺ, beliau mengambil sebutir kurma lalu beliau menyuapkan ke mulut Sayyidina Ali ra.

Setelah Sayyidina Ali ra mengunyah kurma itu dan merasakan nikmat manisnya. Ia meminta kepada Rasulullah ﷺ: “Suapkan sekali lagi Ya Rasulallah!”.

Namun belum sempat Rasulullah ﷺ menyuapkan kembali kurma itu. Sayyidina Ali ra terbangun dari tidurnya.

Dan tidak lama kemudian, adzab Subuh berkumandang. Sayyidina Ali ra pun bergegas berangkat menuju ke masjid untuk melaksanakan sholat Subuh bermakmum pada Amirul Mukminin Khalifah Umar bin al-Khattab ra. Setelah usai melaksanakan sholat dan keluar dari masjid, di depan pintu masjid Sayyidina Ali ra bertemu dengan seorang wanita yang membawa senampan kurma sama persis seperti mimpinya bersama Rasulullah ﷺ. Kemudian wanita itu berkata pada Sayyidina Ali ra:

“Wahai Ali! Ambilah nampan ini dan suguhkan kepada Amirul Mukminin Khalifah Umar bin al-Khattab ra.

Ketika nampan yang berisi kurma itu disuguhkan pada Sayyidina Umar bin al-Khattab ra, beliau mengambil sebutir kurma lalu beliau menyuapkan ke mulut Sayyidina Ali ra.

Setelah Sayyidina Ali ra mengunyah kurma itu dan merasakan nikmat manisnya. Ia meminta pada Sayyidina Umar bin al-Khattab ra: “Suapkan sekali lagi Ya Amirul Mukminin!”.

Namun Sayyidina Umar bin al-Khattab ra menolaknya dan berkata pada Sayyidina Ali ra: “Seandainya Rasulullah ﷺ menambahkan, tentu aku akan menyuapkan lagi kurma ini.”

Alangkah terkejut dan herannya Sayyidina Ali ra saat mendengar ucapan Sayyidina Umar bin al-Khattab ra.

Lantas Sayyidina Ali ra bertanya pada Sayyidina Umar bin al-Khattab ra penasaran: “Kenapa Anda bisa mengetahu bahwa aku telah bermimpi Rasulullah ﷺ? Apakah Anda telah bermimpi hal yang sama, atau melalui bisikan gaib?”

Sayyidina Umar bin al-Khattab ra menjawab: “Itu bukan mimpi atau bisikan gaib, tetapi orang mukmin jika hatinya tulus karena Allah ﷻ, maka ia bisa melihat segala yang gaib dengan cahaya Allah ﷻ. Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

✍️ Syaikh Muhibbudin Ahmad bin Abdullah ath-Thabariy| Ar-Riyadh an-Nadzirah fi Manaqibi al-‘asyrati| Daru al-Ma’rifah juz 2 hal 285.

✍️ Syaikh al-Imam Ibnu Utsman ash-Shafwariy| Nuzhatu al-Majalis wa Muntakhabu an-Nafais| Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 1 hal 373.

✍️ Abdurrahman Bakr| Min Qishashu ash-Shalihin| Wakalatu ash-Shafatu al-Arabiyah hal 8.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.