Asscholmedia.net – Guru saya al-Maghfurlah KHS. Abdullah Schal sangat memuliakan para habaib, meski mungkin dari sebagian mereka ada yang hanya mengaku-ngaku.

Banyak para habaib (mungkin hanya mengaku-ngaku, hanya Allah yang tahu kebenarannya) yang datang ke Demangan untuk meminta-minta kepada KHS. Abdullah Schal. Oleh beliau para habaib itu diperlakukan dengan baik layaknya tamu yang lain, diberi makan dan diberi uang.

Kalau mereka ditanya nasabnya, mereka akan menyebutkan datuk-datuknya sampai katanya nyambung kepada Rasulullah ﷺ.

Beliau sudah menyiapkan uang untuk mereka yang datang tanpa terkecuali, tanpa lebih dulu diceramahi tentang buruknya meminta-minta dan tanpa ditanyakan tes DNA pula.

Mungkin beliau sudah sangat husnuddzan kepada mereka, atau entah saya kurang tahu apa yang dikehendaki oleh beliau.

Akhir-akhir ini banyak orang yang mempermasalahkan tentang nasab para habaib, tak terkecuali para habaib yang sudah tersohor tentang kealimannya.

Alasannya demi kemaslahatan umat katanya, hingga mereka berani mencela para habaib hingga melewati batas. Bagaimana perasaan nabi ﷺ ketika keturunannya dicela.

يروى أن أحدا أكثر من قراءة سورة (تبت)، فرأى النبي ﷺ يقول له : لا سورة فى القرآن إلا هذه فقط؟!

Diceritakan, ada seseorang sangat sering membaca surat Tabbat (al-Lahab), lalu diperlihatkan kepada nabi. Kemudian beliau bersabda, “Apa di al-Quran tidak ada surat lain selain surat ini (al-Lahab) saja?!” ¹

Sudah jelas Abu Lahab dinas oleh Allah dalam al-Quran bahwa dia akan celaka, tapi ketika surat tersebut dibaca terus di hadapan nabi sebagaimana cerita di atas, beliau merasa “tersinggung.” Karena walau bagaimana pun Abu Lahab tetap dari keluarga beliau.

يروى أن نسوة عيرن بنت أبي لهب بأبيها، فغضب ﷺ واشتد غضبه فصعد المنبر ثم قال : ما بال رجال يؤذونى فى قرابتى؟! ألا من آذى قرابتى فقد آذانى، ومن آذانى فقد آذى الله تبارك وتعالى

Diceritakan, seorang wanita mengejek putri Abu Lahab sebab bapaknya. Lalau Nabi sangat marah, kemudian naik mimbar dan bersabda, “Tidak akan dipedulikan seseorang yang menyakiti keluargaku. Ingat, barang siapa menyakiti keluargaku, berarti dia menyakitiku, dan barang siapa menyakitiku maka Allah Yang Maha Agung akan menyakiti orang itu.” ²

Semoga kita semua mendapatkan syafa’at nabi ﷺ kelak di hari kiamat. Amin.

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Referensi :
[1] al-Fawaidud Durriyah | halama 64
[2] as-Shawaiqul Muhriqah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.