Asscholmedia.net – Kalau ingin rumah tidak didatangi Jin atau Setan jahat yang suka mengganggu, tulislah di atas pintunya nama Sayidina Umar radliyallahu ‘anhu seperti berikut :

بجاه سيدنا عمر الفارق رضي الله عنه

Saya dapat ijazah ini dari guru ngaji saya dulu, di kampung.

Sayidina Umar itu terkenal keras dan pemberani, hingga Jin dan Setan pun takut kepada beliau, bahkan Malaikat juga nurut perintah beliau.

Dalam kitab Nurud Dolam karya Syaikh Nawawi al-Banteni halaman 18 diceritakan. Bahwa dulu Malaikat Munkar Nakir sangat keras dan menakutkan ketika mendatangi mayit orang mu’min dalam kuburnya, tapi akhirnya menjadi lebih ramah.

ﻭﺭﻭﻱ ﺃﻥ ﺳﺒﺐ ﺭﻓﻘﻬﻤﺎ ﺑﺎﻟﻤﺆﻣﻦ ﻟﻤﺎ ﻣﺎﺕ ﺳﻴﺪنا عمر ﺑﻦ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ ﻭﺩﻓﻦ ﻭﺍﻧﺼﺮﻑ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﺒﻘﻲ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻋﻠﻲ ﻛﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺟﻬﻪ ﻭﺭﺿﻲ ﻋﻨﻪ ﻳﺘﺮﻗﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺒﺮ ﻟﻴﺴﺘﻤﻊ ﻛﻼﻡ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻋﻤﺮ ﻣﻊ ﻫﺬﻳﻦ ﺍﻟﻤﻠﻜﻴﻦ.

ﻓﺴﻤﻌﻪ ﻳﻘﻮﻝ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻤﻠﻜﺎﻥ ﺃﻧﺎ ﻭﻋﺪﺗﻜﻤﺎ ﻭﺃﻭﺻﻴﻜﻤﺎ ﺃﻥ ﻻ ﺗﺄﺗﻴﺎ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﺑﻌﺪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﺑﺼﻮﺭﺗﻜﻤﺎ ﻫﺬﻩ ﺑﻞ ﺍﻧﻘﺼﺎ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﻷﻧﻲ ﻟﻤﺎ ﺭﺃﻳﺘﻜﻤﺎ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻟﺤﺎﻟﺔ ﺣﺼﻞ ﻟﻲ ﺧﻮﻑ ﻭﻓﺰﻉ ﺷﺪﻳﺪ ﻭﺃﻧﺎ ﺻﺎﺣﺐ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻜﻴﻒ ﺑﺴﻮﺍﻱ ﺍﺫﺍ ﺭﺁﻛﻤﺎ ﺑﻬﺬﻩ .ﻓﻘﺎﻻ ﺳﻤﻌﺎ ﻭﻃﺎﻋﺔ ﻻ ﻧﻌﺼﻲ ﺃﻣﺮﻙ ﻳﺎ ﺻﺎﺣﺐ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ.

ﻓﻘﺎﻝ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻋﻠﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎﻳﺰﺍﻝ ﻋﻤﺮ ﻳﻨﻔﻊ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻲ ﺣﻴﺎﺗﻪ ﻭﻣﻤﺎﺗﻪ.

Diriwayatkan, berubahnya penampilan Munkar Nakir menjadi ramah kepada orang mu’min disebabkan oleh kejadian berikut.

Ketika Sayidina Umar bin Khatthab radliyallahu ‘anhu wafat, setelah selesai pemakaman dan penta’ziyah sudah kembali tinggal Sayidina ‘Ali tetap berada diatas pusara Sayidina Umar sambil muroqobah untuk mendengarkan jawaban Sayidina Umar bersama malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur.

Sayidina Ali mendengar Sayidina Uamar mengatakan kepada kedua Malaikat tersebut, “Wahai Munkar Nakir, setelah ini, aku harapkan dan aku berwasiat kepada kalian berdua, agar tidak mendatangi mayit orang mu’min dengan wajah asli kalian, tapi kurangilah penampilan kalian.

Karena aku pun merasa sangat takut dan sangat terkejut dengan penampilan kalian seperti ini, hal ini terjadi padaku yang merupakan sahabat Rasulullah, bagaimana jika orang lain yang melihat kalian berdua dalam rupa dan keadaan seperti ini.” Lalu Munkar dan Nakir menjawab, “Sami’na wa atha’na.”

Sayidina Ali berkata, “Tidak hentinya Umar selalu memberi kemanfa’atan bagi manusia, baik ketika hidup dan setelah wafatnya.”

Wallahu A’lam

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.