Santri PPSMCH yang kuno pasti tidak asing dengan asbak ini. Asbak bertuliskan nama pengasuh, KHS. Abdullah Schal.

Asbak ini untuk tamu-tamu yang sowan kepada beliau di pendopo, atau ketika ada acara di pondok. Santri-santri pasti tidak berani menggunakan asbak ini, meski sebenarnya tidak apa-apa, tapi mereka merasa su’ul adab kepada guru.

KHS. Abdullah Schal tidak merasa terhina meski namanya tertulis di tempat puntung rokok, sebab nama itu diletakkan atas restu beliau.

Memang beliau mempersilahkan namanya dibawa-bawa asal untuk kebaikan, bahkan foto beliau boleh dijual untuk kebaikan.

Pernah suatu ketika al-Maghfurlah RKH. Fakhrillah Aschal bercerita, bahwa foto KHS. Abdullah Schal dijual oleh orang untuk biaya pembangunan gedung madrasah, setelah dilaporkan kepada beliau, ternyata beliau menanggapi dengan baik.

“Lok pah apah, la wel jhuel kor la pajuh, ben bisa dheddhih manfaat.”
(Tidak apa-apa silahkan dijual, yang penting laku dan untuk kebaikan)

Semoga diakui sebagai santrinya dan mendapatkan barakahnya. Amin

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.