Asscholmedia.net – Pada suatu hari terdapat rombongan orang-orang menaiki kapal, mengarungi samudera luas. Saat di tengah perjalanan tiba-tiba ada suara gaib (tanpa sosok) terdengar:

“Barang siapa memberiku 10000 Dinar, maka aku akan mengajarkan sebuah amalan yang bisa menyelamatkannya dari segala kesedihan atau malapetaka.”

Lalu seorang laki-laki dari penumpang kapal tersebut ada yang berkoar lantang menyanggupi permintaan suara tanpa sosok tadi:

“Aku yang akan memberimu 10000 Dinar yang kamu inginkan dan segeralah beri tahu aku akan amalan itu.”

“Lemparkan saja 10000 Dinar itu ke laut, aku pasti akan memberi tahu amalan itu” Balas suara tanpa sosok tadi.

Maka tanpa berpikir panjang laki-laki itu segera melemparkan dua kantong kain yang berisi 10000 Dinar ke laut.

Sebelum benar-benar pergi, suara tanpa sosok tadi berkata pada laki-laki itu: “Bila kamu ditimpa kesedihan atau malapetaka bacalah firman Allah ﷻ:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا.

Artinya: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

Setelah kejadian itu semua penumpang kapal bergantian mencibir dan mengolok laki-laki itu:

“Engkau hanya membuang-membuang hartamu ke laut tanpa guna.”

Namun dengan penuh keyakinan, laki-laki itu menjawab dengan tenang dan bijak:

“Itu adalah sebuah peringatan bagi kita semua, agar kita senantiasa waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi. Aku sendiri sedikit pun tidak ada keraguan terhadap apa yang telah aku lakukan.”

*****

Kapal itu terus berlayar mengarungi luasnya samudera membawa segenap harapan semua penumpang untuk sampai di dermaga tujuan dengan selamat dan membahagiakan. Namun catatan takdir berbicara lain, tiba-tiba badai dahsyat menghantam kapal itu hingga terbelah karam dan semua penumpangnya tewas ditelan ganasnya samudera hanya satu orang yang selamat karena berpegangan pada pecahan kayu kapal yang tersisa. Dia adalah laki-laki itu yang melemparkan 10000 Dirham tadi.

Beberapa hari tubuh laki-laki itu terkatung-katung di permukaan samudera, dihempas ombak antara hidup mati hingga akhirnya ia terdampar di sebuah pulau kecil tidak berpenghuni.

Dengan tenaga yang tersisa laki-laki itu mencoba berjalan menyusuri bibir pulau, mendaki bukit, melintasi ngarai hingga ia menemukan bangunan kecil nan indah. Tanpa ada rasa ragu dan takut, laki-laki itu memasuki bangunan itu. Alangkah terkejutnya ia, ternyata di dalam bangunan dipenuhi aneka batu-batu mulia seperti permata, intan, mutiara dan lain-lainnya dan dihuni seorang perempuan muda cantik jelita.

“Anda ini siapa? Apa yang Anda lakukan di tempat ini?” Tanya laki-laki itu pada perempuan tersebut karena sangatlah tidak wajar di pulau yang sepi tanpa penduduk tinggal seorang perempuan muda sendirian seperti dia.

Perempuan muda itu menjawab sembari mengisahkan awal mula ia berada di bangunan itu:

“Aku adalah putri dari saudagar kaya raya di kota Bashroh, pada suatu hari aku dan Ayahku bepergian menaiki sebuah kapal, namun nahas kapal yang kami tumpangi karam digulung ombak besar sampai akhirnya kami terpisah—Aku diberi selamat terdampar di pulau ini sementara yang lain termasuk Ayahku aku tidak tahu kabarnya hingga saat ini. Di pulau ini aku sebenarnya sedang di sandera oleh makhluk halus, sudah tujuh hari aku di aniaya dan siksanya. Sekarang makhluk kejam itu sedang berada di dasar samudera. Konon setelah tujuh hari ia akan kembali lagi ke tempat ini dan hari ini adalah hari ketujuh waktunya ia kembali. Waspadalah Tuan dan banyaklah berdoa memohon perlindungan pada Allah ﷻ atau kalau tidak, Tuan segeralah pergi meninggalkan tempat ini sebelum ia menemukan Anda. Jika tidak, Tuan akan disandera, di aniaya dan siksanya juga.”

Belum selesai perempuan muda bercerita, tiba-tiba ada asap mengepul hitam lalu menjadi makhluk jadi-jadian, besar dan menyeramkan.

“Cepatlah lari Tuan sejauh mungkin, ia telah datang hendak mencelakai Anda.” Teriak perempuan muda dengan raut wajah yang menakutkan.

Laki-laki itu tetap diam di tempatnya, tidak mau mengindahkan teriakan perempuan muda itu.

Namun ketika makhluk halus mendekati laki-laki tersebut, ia segera membaca 2 Ayat yang didapat dari suara gaib saat di kapal tadi. Ajaib, dengan idzin Allah ﷻ tiba-tiba makhluk halus itu roboh bersimbah bagaikan rengkahan gunung yang terhempas menjadi abu.

“Alhamdulillah, makhluk itu telah binasa dan kita bisa selamat dari kejahatan makhluk terkutuk itu.” Ujar perempuan muda itu seraya bersyukur karena telah terbebas dari makhluk jahat yang selama ini menyanderanya.

Pasca kejadian, laki-laki dan perempuan muda itu segera pergi dengan membawa serta batu-batu permata dan lainnya yang ditemukan di bangunan tersebut.

*****

Sepekan lebih mereka berdua berada di pulau menyeramkan itu, sunyi mencekam dan lapar yang melilit tanpa sedikit pun bekal yang bisa mereka makan.

Syahdan, di kejahuan terlihat ada kapal yang melintas. Tidak ingin kehilangan kesempatan, mereka pun segera aba-aba dan berteriak sekencang mungkin memanggil kapal itu.

Setelah cukup letih memberi aba-aba dan berteriak, kapal itu akhirnya mendekat dan membawa mereka berdua berlayar menuju kampung halamannya.

Sesampainya di dermaga negara tujuan, laki-laki itu membawa perempuan muda tersebut ke rumahnya agar bisa beristirahat barang semalam hari sebelum laki-laki itu mengantarkan perempuan muda tersebut ke rumah keluarganya.

Ke esokan harinya laki-laki itu segera berangkat ke Bashroh, mencari alamat rumah perempuan tersebut. Meski harus menempuh jarak yang jauh dan bertanya kepada setiap orang yang ditemui akhirnya rumah perempuan muda itu ditemukan.

Akhir kisah, keluarga perempuan muda tersebut meminta laki-laki itu menikahinya, Barokah dua Ayat QS. Ath-Thalaq: 2-3 jadilah mereka sepasang suami istri dengan mahar batu-batu mulia yang di dapat dari pulau tempat mereka berdua terdampar.

“Setelah dari tenggelamnya kapal, keluar dari pulau yang menyeramkan, aku sekarang menjadi tawanan penduduk kota Bashrah dan mereka penduduk kota Bashrah adalah anak-anak dari istriku.” Ucap laki-laki itu menutup kisahnya. ????????

Kisah diceritakan oleh Ahmad bin Abu Daud dari al-Mu’tashim.

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍️ ??-????? ??? ??? ??-???????? ??? ??? ??? ???????? ??? ??? ??-????? ??-???????? ??-???????| ??-????? ??’?? ???-??????? ?? ??-????’? ??-???????? ?? ??-????? ??-??????| ???? ??-????? ??-??????? 22-23.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.