Asscholmedia.net – Dalam gambar di atas, terlihat Pengasuh Pondok Pesantren Syaichona. Moh. Cholil, RKH. Fakhruddin Aschal tengah membaca Dalailul Khairat sebagai wiridan istiqamahnya.

Kitab Dalailul Khairat wa Syawariqul Anwar adalah kumpulan shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang disusun oleh penulisnya yang di kenal dengan sebutan Sayid Abi Abdillah Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli al-Husaini.

Dimana penulisan kitab tersebut, karena beliau telah melihat dengan mata kepala sendiri keistimewaan membaca shalawat, lalu beliau bersumpah akan menulis kumpulan shalawat, hingga akhirnya tercipta Dalailul Khairat.

Syaikh Yusuf an-Nabhani, Syaikh Ahmad as-Shawi dan ulama-ulama lain menjelaskan, bahwa sebab-sebab dikarangnya kitab Dalailul Khairat adalah sebagai berikut:

حضرت وقت الصلاة وقام محمد الجزولي ليتوضأ فلم يجد ما يخرج به الماء من البئر، فبينما هو كذلك إذ نظرت اليه صبية من مكان عال، فقلت له: من أنت؟ فاخبرها. فقالت له: أنت الرجل الذي يثنى عليك بالخير وتتحير فيما تخرج به الماء من البئر!! ثم بصقت في البئر ففاض ماؤها على وجه الأرض. فقال الشيخ بعد أن فرغ من وضوئه: أقسمت عليك بم نلت هذه المرتبة؟ فقالت: بكثرة الصلاة على من كان إذا مشى في البر الأقفر تعلقت الوحوش بأذياله. فحلف يميناً أن يؤلف كتابا في الصلاة على النبي صلى الله علية وسلم

Ketika sudah masuk waktu shalat, Imam al-Jazuli hendak mengambil wudhu’ tapi tidak menemukan timba untuk mengambil air dari sumur.

Dalam keadaan bingung, lalu ada seorang anak kecil perempuan memperhatikan beliau dari tempat tinggi. Kemudian perempuan kecil itu bertanya, “Siapa, kamu?” Lalu dijawab oleh beliau panjang lebar seraya menjelaskan siapa dirinya.

“Kamu ini seseorang yang telah memuji dirinya sendiri dengan baik, tapi bisa kebingungan mengeluarkan air dari dalam sumur.” Kata perempuan kecil itu. Kemudian dia meludah ke dalam sumur itu. Dengan tiba-tiba air dari dalam sumur naik ke atas.

Imam al-Jazuli lalu mengambil wudhu’. Setelah selesai berwudhu’ beliau bertanya kepada perempuan kecil yang luar biasa tadi.

“Aku bersumpah atas dirimu, dengan apa engkau mendapatkan derajat mulia ini?”

“Dengan banyaknya membaca shalawat kepada seseorang yang ketika berjalan di daratan, binatang-binatang buas bergantung dengan ekornya.” Jawab anak kecil itu.

Lalu Imam al-Jazuli menoleh ke kanan dan bersumpah akan mengarang kitab yang berisi tentang shalawat kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam kitab Ni’amul Jalail, halaman 71 disebutkan :

أنه يفيد النور، وأنه من أعظم أسباب قضاء الحوائج، وأن من بركاته أيضا: فتح أبواب الخير والسعادة والغنى لمن أكثر من قراءته، وأعظم من ذلك: رؤيا النبي صلى الله عليه وآله وسلم في المنام، لمن داوم على قراءته كما هو مجرب عند أهل الخير والصلاح

Membaca Dalilul Khairat memberi berfaidah penerangan dalam hati, dan menjadi penyebab paling cepat untuk terkabulnya hajat-hajat.

Sebagian dari paling besar barakahnya Dalailul Khairat iyalah dapat membuka pintu-pintu kebaikan dan kebahagiaan, dan mendatangkan kekayaan bagi orang yang banyak membacanya.

Dan yang paling agung dari semua itu, membaca Dalailul Khairat adalah bisa melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mimpi bagi orang yang istiqamah membacanya, sebagaimana telah banyak dibuktikan oleh orang-orang shalih.

Menurut sebagian keterangan dari guru saya, bagi remaja yang selalu membaca Dalailul Khairat secara istiqamah akan mendapatkan jodoh yang cantik atau tampan.

Di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Dalailul Khairat diijazahkan setiap malam tanggal 21, bulan Ramadhan, oleh pengasuh PPSMCH.

Wallahu A’lam

*Foto dari kiriman Whatsapp grup Asschol, oleh RKH. Nasih Aschal.

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.