Asscholmedia.net – Para pecinta Kyai Fakhri, khususunya yang tergabung dalam komunitas Fakher’s Mania pasti tahu kalau al-Marhum RKH. Fakhrillah Aschal sangat gemar berdzikir dan bersholawat.

Sehingga Bangkalan pun oleh beliau didaulat menjadi kota Dzikir dan Sholawat, bukan yang lainnya. Semisal kota santri, kota ilmu dan julukan-julukan indah lainnya.

Pertanyaannya, kenapa Dzikir dan Sholawat sebagai pilihan?

Dalam kitab Tajul ‘Arus al-Hawi Litahdzibin Nufus, halaman 10 – karya Syaikh al-Imam Ibnu Athoillah as-Sakandari, pengarang kitab al-Hikam yang sangat terkenal – disebutkan.

Barang siapa yang sudah berumur senja (sudah tua) dan ingin menyusuli ketertinggalannya dengan amal kebaikan, maka gunakanlah sisa umurnya dengan selalu berdzikir kepada Allah ﷻ. Sebab jika ia melakukan itu, maka sisa umurnya yang sedikit bernilai panjang. Semisal dengan selalu membaca bacaan berikut ini :

سبحان الله العظيم وبحمده عدد خلقه ورضاء نفسه وزنة عرشه ومداد كلماته.

Demikian juga, bagi seseorang yang misalnya tidak sempat berpuasa Senin dan Kamis, puasa Wishol dan puasa sunnah lainnya, maka sibukkanlah dirinya dengan selalu membaca sholawat kepada Nabi ﷺ.

Karena jika kamu melakukan keta’atan di seluruh usiamu, kemudian kamu membaca sholawat satu kali saja kepada Nabi ﷺ, maka satu sholawat itu dapat mengungguli semua keta’atan yang dilakukan sepanjang hidupmu.

Alasannya dipertegas kembali oleh Syaikh Ibnu Athoillah as-Sakandari dengan hujjahnya :

لأنك تصلى على قدر وسعك وهو يصلى على حسب ربوبيته. هذا إذا كانت صلاة واحدة، فكيف إذا صلى عليك عشرا بكل صلاة؟

“Sebab kamu bersholawat sesuai dengan usahamu, sedangkan Allah ﷻ bersholawat kepadamu (memberi Rahmad kepadamu berkat sholawatmu) atas dasar sifat KetuhananNya. Itu pun jika satu sholawat dibalas satu sholawat, lalu bagaimana kalau satu sholawat dibalas sepuluh (10) sholawat?”

Disebutkan dalam salah satu hadits shahih :

فما أحسن العيش إذا أطعت الله فيه بذكر الله تعالى أو الصلاة على رسول الله صلى الله عليه وسلم

“Betapa indah hidupmu, jika di dalamnya selalu diisi dengan dzikir kepada Allah subhanahu wata’ala, dan sholawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Jika hidup selalu dilanda kesusahan dan cobaan silih berganti, barangkali itu karena kita sering lupa kepada Allah ﷻ. Sebagaimana dikatakan dalam satu riwayat berikut :

ما من صيد يصاد، ولا شجر تقطع إلا بغفلتها عن ذكر الله تعالى لأن السارق لايسرق بيتا وأهله أيقاظ، بل على غفلة أو نوم

“Tidaklah seekor hewan tertangkap (baik di daratan maupun di lautan), atau pepohonan ditebang, kecuali mereka itu semata-mata karena lupa berdzikir kepada Allah ﷻ. Karena maling tidak akan mencuri di sebuah rumah yang penghuninya sedang terjaga, tapi dia menunggu saat pemiliknya sedang lupa atau tidur.”

Ya Allah jadikanlah lisan ini selalu berdzikir menyebut NamaMu dan tidak bosan bersholawat kepada NabiMu.

Al-Fatihah untuk beliau…

Wallahu A’lam

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.