Asscholmedia.net – Pelakor adalah singkatan dari kata ‘Perebut Laki Orang.’ Berarti lawan katanya adalah, Pebinor, yang panjang katanya adalah, ‘Perebut Istri Orang.’

Keduanya sama-sama tercela, dan dilaknat oleh Allah, sebagaimana disabdakan oleh Nabi ‘alaihis shalatu wassalam :

لعن الله من خبب امرأة على زوجها ولعن الله من خبب رجلا على امرأته

“Allah melaknat seseorang yang mentakhbib (merebut) seorang perempuan atas suaminya, dan Allah juga melaknat seseorang yang mentakhbib (merebut) seorang laki-laki atas istrinya.” (HR. Muslim)

Dalam Islam, Pelakor dan Pebinor dikenal dengan istilah Takhbib (merusak). Maksudnya, ada orang ketiga yang merusak hubungan suami istri, dengan cara membuka aib salah satunya agar keduanya bercerai dan akhirnya bisa menikah dengan orang ketiga tersebut.

Jadi, poligami tidak termasuk dalam istilah ini, karena praktik dalam poligami bukan merusak tapi hanya menambah istri. Dan umumnya poligami murni keinginan si suami untuk menambah istri, bukan karena ada wanita lain yang ingin merebutnya.

Contoh perusak dan perebut istri orang (Pelakor). Semisal ada seorang laki-laki punya istri yang sangat cantik. Kemudian ada orang ketiga (laki-laki lain) yang tertarik pada kecantikan istri laki-laki yang pertama. Untuk merebut perempuan cantik dari suaminya itu, orang ketiga ini berusaha menguak kekurangan suaminya dan menampakkan kelebihan dirinya dibanding suaminya, lalu memintanya untuk bercerai dengan suaminya agar bisa menikah dengan dirinya yang lebih mapan.

Contoh perusak dan perebut suami orang (Pebinor). Ada seorang perempuan punya suami tampan dan mapan. Lalu ada orang ketiga (perempuan lain) yang tertarik pada ketampanannya. Untuk merebut laki-laki tampan dan mapan dari suaminya, orang ketiga ini membuka kekurangan istrinya (semisal jelek, hitam, gendut, kumuh dan lain-lain) dan membandingkan dirinya yang lebih cantik dari istrinya, lalu memintanya untuk menceraikan istrinya tersebut agar bisa menikah dengan dirinya.

Dalam kitab Aunul Ma’bud definisi Pelakor-pebikor (takhbib) adalah sebagai berikut :

من خبب زوجة امرئ أي خدعها وأفسدها أو أحسن إليها الطلاق ليتوزجها أو يزوجها لغيره أو غير ذلك

“Siapa yang melakukan takhbib terhadap istri seseorang, maknanya adalah siapa yang menipu wanita itu, merusak keluarganya atau mendorongnya agar bercerai dengan suaminya, agar dia bisa menikah dengannnya atau menikah dengan lelaki lain atau cara yang lainnya.” (Aunul Ma’bud 14/52)

Namun pada praktiknya, perusak rumah tangga seseorang bukan hanya sebatas mendorang salah satunya untu bercerai, tapi memberi sebuah perhatian, atau menjadi pahlawan kesiangan saat ada sebuah keluarga sedang bermasalah, juga bagian dari perusak.

Dalam Fatwa Islam dijelaskan :

وإفساد الزوجة على زوجها ليس فقط بأن تطلب منها الطلاق، بل إن محاولة ملامسة العواطف والمشاعر، والتسبب فى تعليقها بك أعظم إفساد، وأشنع مسعى يمكن أن يسعى به بين الناس

“Merusak hubungan istri dengan suaminya tidak hanya dalam bentuk motivasi dia untuk menggugat cerai. Bahkan semata untuk memberikan empati, belas kasih, berbagi rasa, dan segala sebab yang membuat si wanita menjadi jatuh cinta kepadamu, merupakan bentuk merusak (keluarga) yang serius, dan usaha paling licik yang mungkin bisa dilakukan seseorang.” (Fatwa Islama no. 84849)

Untuk itu, para lelaki hati chatingan dengan istri orang di sosial media, atau perempuan yang chatingan suami orang. Meskipun itu adalah bentuk kebaikan, semisal mengingatkan jangan telat makan, shalat tepat waktu dan lain-lain yang membuat istri orang tersebut jatuh cinta kepadamu, jangan-jangan itu dapat membuat rusak rumah tangga orang. Anda menjadi orang terlaknat, naudzubillah.

Ibnu Jauzi menukil nasihat dari al-Hasan bin Shalih :

إن الشيطان ليفتح للعبد تسعة وتسعين بابا من الخير يريد به بابا من الشر

Sesungguhnya setan membuka 99 pintu kebaikan untuk menjerumuskan orang dalam satu pintu keburukan.” (Talbis Iblis hal 51)

Berikut ini hukuman perusak ruamah tangga orang di dunia yang tertuang dalam sebuah cerita.

Dalam kitab Dammul Hawa, halaman 279, karya Ibnu Jauzi diceritakan. Dahulu, di Bani Israil ada perempuan cantik. Perempuan ini menjadi istri dari seorang pekerja skop, ketika suaminya pulang kerja dia menyuguhkan makanan dan tidur bersama.

Berita kecantikan perempuan itu sampai kepada seorang raja, dan raja itu mengutus seorang nenek untuk mendatangi perempuan cantik itu. Nenek itu lalu menemui perempuan cantik itu dan berkata

ماتصنعين بهذا الذي يعمل بالمسحاة؟ لو كنت عند المالك لكساك الحرار وفراشك الديباج

“Apa yang kamu peroleh dengan menjadi istri laki-laki pekerja skop? Seandainya kamu jadi istri seorang raja, tentu paduka raja akan memberikan kamu perhiasan, pakaian dan tempat tidur berhiasakan sutera dibaj.”

Hasutan ini termakan oleh perempuan itu, dan ketika suaminya datang dia tidak lagi menyuguhkan makanan dan menolak tidur bersama. Sang suami lalu berkata :

يا هنتاه. ما هذا الخلق الذى لا أعرف؟ قالت : هو ما ترى قال : أأطلقك؟ قالت : نعم

“Akhlak apa ini? Ada apa dengan kamu, sungguh ini tidak seperti biasanya.” Istrinya menjawab, “Seperti yang kamu lihat!”
“Apa kamu ingin aku menceraikanmu?” Tanya suaminya kemudian. “Tepat sekali.” Jawab istrinya singkat.

Kemudian suaminya menceraikan perempuan cantik itu, dan perempuan itu menikah dengan sang raja. Pada malam harinya, setelah mau melewati malam pertama, sang raja yang melihat istri barunya itu tiba-tiba buta, dan tangannya tidak bisa digerakkan.

Ketika seorang nabi pada masa itu mengadukan kepada Allah tentang nasib raja dan istri barunya, lalu Allah berfirman :

إني لست أغفر لهما أبدا ظنا أن ليس بعينى ما عملا بصاحب المسحاة

“Aku ingin memberi tahu kepada keduanya, bahwa aku tidak akan mengampuni mereka selamanya. Sesungguhnya mereka berdua telah mengetahui, bahwa yang Aku lihat adalah apa yang sudah mereka perbuat terhadap yang bekerja dengan skop itu.” (Dammul Hawa, 279)

Semoga kita dijauhkan dari keburukan rumah tangga. Amin.

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.