Menangkal Sengatan Ular dan Kalajengking (1)

Asscholmedia.net – Dalam kitab Mathali’u as-Sa’adah fi Iqtirani Kalimatiyi asy-Syahadah Syaikh Abi al-Jamal Muhammad ath-Thahir bin al-Hasan al-Kattaniy al-Hasaniy (w. 1348 h) mengatakan: Syaikh Abu al-Qasim al-Qusyairiy (w. 465 h) dalam kitab Tafsirnya (Tathifu al-Isyarat) menyebutkan: Terdapat keterangan dalam sebagian kitab Tafsir, bahwa saat sebelum terjadinya banjir Topan, Ular dan Kalajengking mendatangi Nabi Nuh As. Keduanya lantas berkata pada Nabi Nuh As: “Mohon bawalah kami berdua (kedalam perahu)”.

Bacaan Lainnya

Nabi Nuh As lantas berkata: “Kami tidak akan membawa kalian berdua karena kalian berdua kerap menjadi penyebab bahaya.”

“Bawalah kami berdua, kami menjamin tidak akan berbuat bahaya bagi siapa pun yang menyebut nama Anda.” Janji Ular dan Kalajengking pada Nabi Nuh As. Akhirnya kedua hewan itu diperbolehkan menaiki perahu bersama Nabi Nuh As.

Maka barang siapa yang takut terkena sengatan kedua hewan itu, hendaknya membaca:

سَلٰمٌ عَلٰى نُوْحٍ فِى الْعٰلَمِيْنَ. اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ. اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ.

Artinya: ”Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman. (QS. As-Saffat: 79-81). Dengan idzin Allah ﷻ kedua hewan itu tidak akan membahayakan.

Syaikh Ibnu Abdil Barr mengutip dalam kitab at-Tamhid dari Said bin Musayyab berkata:

“Terdapat keterangan yang telah sampai kepadaku, bahwa barang siapa membaca:

سَلٰمٌ عَلٰى نُوْحٍ فِى الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: ”Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam.” Tidak akan di sengat Kalajengking. Yang juga dikutip Syaikh al-Qasthalaniy dalam Syarah al-Bukhariy.

Dan Amer bin Dinar berkata:

“Sesungguhnya di antara keterangan yang bisa diamalkan agar Kalajengking tidak bisa membahayakan seseorang adalah membaca:

سَلٰمٌ عَلٰى نُوْحٍ فِى الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: ”Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam.” Di malam hari atau siang hari. Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Syaikh Abi al-Jamal Muhammad ath-Thahir bin al-Hasan al-Kattaniy al-Hasaniy
|Mathali’u as-Sa’adah fi Iqtirani Kalimatiyi asy-Syahadah| Daru al-Kutub al-Ilmiyah hal 230.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.