HIKMAH MELIHAT WAJAH DAN TELAPAK TANGAN KETIKA HENDAK MEMINANG WANITA

Asscholmedia.net – Sebuah hikmah, kenapa hanya wajah dan kedua tangan yang boleh dilihat dari calon istri yang hendak dinikahi.

Bacaan Lainnya

Rasulullah ﷺ bersabda :

اِذَا خَطَبَ أَحَدُ كُمْ الْمَرْأَةَ فَقَدَرَ أَنْ يَرَى مِنْهَا بَعْضَ مَا يَدْعُوْهُ إِلَي نِكَاحِهَا فَلْيَفْعَلْ

“Jabir berkata, bahwasannya ia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Apabila seseorang melamar seorang wanita lalu ia dapat melihat sebagian yang dapat menariknya dari wanita itu, maka lakukanlah.” (HR Abu Daud)

Menurut Jumhur ulama, bolehnya melihat calon istri untuk kebutuhan nikah hanya sebatas wajah dan kedua tangan, karena selain itu merupakan aurat yang haram dilihat.

النظر لأجل النكاح فيجوز إلى الوجه والكفين

“Melihat perempuan karena kebutuhan nikah diperbolehkan, hingga batas wajah dan kedua tangan.”

Rupanya batasan wajah dan tangan itu ada hikmahnya, sebagaimana disebutkan berikut ini :

وَالْحِكْمَةُ فِي الْاِقْتِصَارِ عَلَيْهِ أَنَّ فِي الْوَجْهِ مَا يَسْتَدِلُّ بِهِ عَلَى الْجَمَالِ وَفِي الْيَدَيْنِ مَا يَسْتَدِلُّ بِهِ عَلَى خِصْبِ الْبَدَنِ

“Hikmah melihat sebatas wajah dan telapak tangan baginya adalah bahwa pada wajah terdapat sesuatu yang menujukkan atas kecantikan dan pada kedua telapak tangan terdapat sesuatu yang menunjukkan kesuburan badan.”

Wajah dan tangan sudah dianggap cukup, karena menurut ahli firasat apa yang ada di wajah bisa menjadi petunjuk tentang apa yang tidak ada di wajah. Seperti kata mereka dalam syair bahar Thawil :

إذا ضاق فم البكر ضاقت فروجها
و كان لفمها شعار لفر جها

Apabila mulut perawan itu sempit, maka kemaluannya juga sempit. Demikian itu mulut mereka menjadi tanda keadaan kemaluannya.

Dan masih banyak keterangan di bawah ini, bahwa mulut perempuan menjadi tanda kondisi kemaluannya seperti apa. Tapi penulis (saya) tidak sanggup menterjemahkannya karena keterbatasan ilmu penulis.

وان كانت شفتاها غليظتين كان شفراها غليظتين وان كانتارقيقتين كانتا رقيقتين وان كانت السفلى رقيقة كان فرجها صغيرا وان كان فم المرأة شديد الحمرة كان فرجها جافا عن الرطوبة وان كانت حدباء الأنف فهي قليلة الغرض في النكاح وان كانت طويلة الذقن فإنها فاتحة الفرج قليلة الشعر وان كانت صغيرة الحاجب فإنها غامضة الفرج وان كانت كبيرة الوجه غليظة الضفائر دل ذلك على صغيرة العجيزة وكبير الفرج وضيقه وإذا كثر شحم ظاهر قدمها وبدنها عظم فرجها وكانت مخطوبة عندزوجها واذا كانت ناتئة الساقين في الصلبة فإنها شديد الشهوة لاصبر لها عن الجماع وان كانت عينها كحيلة كبيرة فإنها يدل على ضيق الرحم وصعير العجيزة مع عظم الكتف يدلان على عظم الفرج

Dan yang perlu diingat, bahwa ikatan tunangan itu hanyalah ikatan perjanjian akan menuju nikah, belum terjadi akad nikah, dalam arti masih berstatus orang lain yang haram ketika bersentuhan dan bersepi-sepian.

الخطبة مجرد وعد بالزواج، وليست زواجاً ، فإن الزواج لا يتم إلا بانعقاد العقد المعروف، فيظل كل من الخاطبين أجنبياً عن الآخر، ولا يحل له الاطلاع إلا على المقدار المباح شرعاً وهو الوجه والكفان

“Khitbah itu baru sekadar janji pernikahan. Bukan pernikahan. Sebab, pernikahan tak terlaksana kecuali dengan sahnya akad yang sudah maklum. Dengan begitu, laki-laki yang melamar dan perempuan yang dilamar statusnya masih orang lain. Tidak halal bagi si pelamar untuk melihat si perempuan kecuali bagian yang diperbolehkan syariat, yakni wajah dan kedua telapak tangan.”

Wallahu A’lam

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Referensi :

Fathul Izar fi Kasyfil Asrar li Auqatil Hirtsi wa Hilqatil Abkar | Agus Abdullah Fauzi |Halaman 11-12

Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, jilid IX, halaman 6493

Muhammad al-Syarbini al-Khatib, al-Iqna` fi Halli Alfazhi Abi Syuja`, Bairut-Dar al-Fikr, 1415 H, juz, 2, h. 405-406

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.