Asscholmedia.net – Ketika Rasulullah ﷺ terlahir Sayyidah Aminah mengutus seseorang yang bisa menyampaikan kabar gembira atas kelahiran Rasulullah ﷺ kepada Abdul Muthallib. Kala itu Abdul Muthallib sedang berthawaf di Baitullah. Setelah utusan itu sampai, Abdul Muthallib dengan senang gembira segara beranjak pulang.

Sesampainya di rumah Sayyidah Aminah, Abdul Muthallib mendapati Rasulullah ﷺ kecil diletakan di bawah Periuk—dalam tradisi Arab, jika ada seorang bayi dilahirkan pada malam hari, maka bayi tersebut diletakan di bawah Periuk. Dan Sayyidah Aminah menginginkan agar orang yang pertama kali melihat putranya adalah Abdul Muthallib, Sang Kakek.

Ajaib, tiba-tiba Periuk itu terbelah menjadi dua hingga Abdul Muthallib dengan leluasa melihat Rasulullah ﷺ kecil yang tampan menakjubkan tidak seperti kebanyakan bayi terlahir. Abdul Muthallib kala itu melihat Rasulullah ﷺ dengan memandang mata mengarah ke langit sembari menghisap ibu jari beliau yang mengeluarkan air susu. Setelah itu Rasulullah ﷺ kecil memberikan isyarat seakan-seakan mengucapkan salam pada Sang Kakek.

Betapa senangnya Abdul Muthallib melihat hal itu, ia kemudian mengendong Rasulullah ﷺ dan membawanya masuk ke dalam Baitullah. Di sana Abdul Muthallib berdiri seraya melantukan doa penuh ketulusan kalbu sebagai rasa syukur atas nikmat dengan kelahiran cucunya tercinta lalu Abdul Muthallib melantukan sebuah tembang syair dengan bahar Rajaz berikut:

اَلْحَمـْـــــــــدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَعْطَانِيْ • هَذَا الْغُـــــــلاَمَ الطَّيِّبَ الْأَرْدَانِ

Segala puji bagi Allah ﷻ, Dzat yang telah memberikanku •
Anak laki-laki ini, yang baik asal usul nasabnya

قَدْ سَادَ فِى الْمَهْدِ عَلٰى الْغِلْمَانِ • أُعِيْذُهُ بِالْبَـــــــــيْتِ ذِيْ الْأَرْكاَنِ

Sungguh ia telah mengungguli semua anak-anak laki-laki sejak masih dalam buaian •
Aku memohon perlindungan dengan Tuhannya baitullah yang memilik empat sudut

لِأَنْ يَكُوْنَ بُلْغَةَ الْفَتَيَــــــــــــانِ • حَتّٰى أَرَاهُ بَالِغَ الْأَمَـــــــــــــانِيْ

Agar ia menjadi bekal bagi para pemuda •
Sehingga aku melihatnya memperoleh semua apa yang dicita-citakan

أُعِيْذُهُ مِــــنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَنَآنِ • مِنْ حَاسِدٍ مُضْـــــــطَرِبِ الْعِيَانِ

Aku memohon perlindungan kepada-Nya dari kejelekan setiap orang yang memiliki amarah •
Orang yang iri yang menganggu dengan bahaya padangan matanya

ذِيّ هِمَّةٍ لَيْسَ لَهُ عَيْنَــــــــــانِ • حَتّٰى أََرَاهُ عَـــــــــــــالِيَ الْبُنْيَانِ

Yang mempunyai keinginan, yang tidak memiliki dua mata •
Sehingga aku melihatnya sebagai orang yang namanya di elu-elukan

هَذَا الذَّيْ سُــــمِّيَ فِيْ الْفُرْقَانِ • وَكُلُّ كُتُبِ ثَابِتَ الْمَثَـــــــــــانِيْ

Dia (anak laki-laki ini) adalah yang disebut dalam kitab al-Furqan
Dan di semua kitab yang Ayat-ayatnya telah ditetapkan

أَحْمَدَ مَكْتُوْباً عَلٰى الْأَسَـــــانِيْ • لِلّٰهِ دَرُّ سَيِّـــــــــــــــــــدِ مَعَانِيْ

(Namanya) Ahmad yang ditulis pada tempat-tampat yang luhur •
Bagi Allah ﷻ, amal baiknya orang yang menjadi pemimpinya alam makna. Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

✍️ Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantaniy al-Jawiy| Madariju ash-Shu’ud ila Iktisa’i al-Burud| Maktabah Thoha Putra Semarang 16.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.