وَمَنْ قَرَأَ مَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى دَرَاهِمَ مَسْكُوْكَةٍ فِضَّةٍ كَانَتْ أَوْ ذَهَبًا وَخَلَطَ تِلْكَ الدَّرَاهِمَ بِغَيْرِهَا وَقَعَتْ فِيْهَا الْبَرَكَةُ وَلاَ يَفْتَقِرُ صَاحِبُهَا وَ لاَ تَفْرُغُ يَدُهُ بِبَرْكَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

“Barangsiapa yang membaca Maulid Nabi ﷺ pada Dirham yang ditempa (cetak) dari Perak atau Emas lalu Dirham-Dirmah itu dicampurkan dengan Dirham yang lain niscaya keberkahan juga akan mengena pada yang lainnya dan pemiliknya tidak akan kekurangan dan tangannya tidak sepi dari Dirham berkah Nabi ﷺ.” Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Dikutip dari 𝑺𝒚𝒂𝒌𝒉 𝑴𝒂’𝒓𝒖𝒇 𝒂𝒍-𝒌𝒂𝒓𝒌𝒉𝒊𝒚
(w. 200 h) dalam kitab 𝑯𝒂𝒔𝒚𝒊𝒚𝒂𝒉 𝑰’𝒂𝒏𝒂𝒕𝒖 𝒂𝒕𝒉-𝑻𝒉𝒂𝒍𝒊𝒃𝒊𝒏 karya 𝑺𝒚𝒂𝒊𝒌𝒉 𝑨𝒃𝒖 𝑩𝒂𝒌𝒓 𝑺𝒚𝒂𝒕𝒉𝒂, 𝑫𝒂𝒓𝒖 𝒂𝒍-𝑭𝒊𝒌𝒓 𝒋𝒖𝒛 3 𝒉𝒂𝒍 414.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.