Asscholmedia.net – Al-kisah, ada seorang sufi (ma’rifat billah) dituduh telah menyebarkan ajaran sesat. Lantas penguasa di masa itu memasukkan sang sufi berserta muridnya ke penjara. Di dalam penjara tubuh sang sufi diikat dengan tali tambang agar tidak bisa melarikan diri. Ketika ia mengucapkan: “bismilla hirrahma nirrahiim”, maka dengan idzin Allah ﷻ lepas semua ikatan yang melilit tubuhnya. Lalu ia berdiri dan mendirikan sholat.

Setelah melaksanakan sholat, sang murid bertanya kepada: “Wahai guruku! Apa sebenarnya ma’rifat billah itu?

“Jika waktu esok tiba, saat tubuhku digelar di atas papan kayu hukuman, kedua tangan dan kakiku dipotong. Maka engkau tanyakan lagi masalah ini kepadaku.” Ucap sang sufi kepada muridnya.

Mendengar penuturan gurunya, sang murid pingsan tidak sadarkan diri.

*****

Matahari di ufuk timur telah terbit, orang-orang berkumpul hendak menyaksikan hukuman yang akan diterima sang sufi. Tidak lama setelah itu para petugas penjara membawa sang sufi ke tempat eksekusi. Di tempat itu ia di hujat dan diteriaki penyebar aliran sesat oleh orang-orang yang memfitnahnya. Kemudian datanglah seorang algojo siap melaksanakan tugasnya setelah hakim negara itu memerintahkan agar memotong kedua tangan dan kaki sang sufi.

Di atas papan kayu, tubuh sang sufi digelar. Lalu algojo memotong kedua tangan dan kaki sang sufi tanpa ampunan. Namun ajaib, tidak ada setetes darah yang tercurah ke tanah dari tubuh sang sufi kecuali darah itu berbentuk tulisan lafadz: “Allah, Allah, Allah”.

Tatkala murid sang sufi mendekat pada dirinya, ia berkata pada muridnya: “Ayo tanyakan lagi pertanyaan mu yang kemarin?”

“Apa sebenarnya hakikat dari Ma’rifat itu guru?” Tanya sang murid mengulangi lagi pertanyaannya yang kemarin tertunda.

Kemudian sang sufi menjawab: “Ma’rifat adalah engkau senantiasa bersyukur pada-Nya dari segala petaka dan ujian yang menimpamu sebagaimana engkau bersyukur pada-Nya dari nikmat dan anugerah yang diberikan kepadamu.”

Setelah itu sang sufi berkata: “Allah, Allah, Allah”.
Maka dengan idzin Allah ﷻ terlepaslah semua ikatan yang mengikat tubuhnya. Lalu ia terbang ke udara hingga menghilang dari pandangan semua orang dan setelah itu tidak diketahui lagi kabar beritanya. Apakah dia hidup atau telah meninggal dunia. Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Al-Imam Shaleh bin Abdullah bin Haidar al-Kattamiy asy-Syafi’i| Bustanu al-Fuqara’ wa Nuzahati al-Qurra| Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 1 hal 63.

✍️ Syaikh Muhammad asy-Syinwaniy| Hasyiyah Syaikh Muhammad asy-Syinwaniy ala Mukhtashar Ibni Abu Jamrah| Daru al-Qolam hal 5.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.