Prof. Mahfud MD; Syaichona Cholil Sebagai Peletak Dasar Pemikiran Nasionalisme

Asscholmedia.net – Perhelatan Akbar Musyawarah Besar 2 Alumni dan Simpatisan Syaichona Moh. Cholil (MUBES 2 ASScHOL) telah di gelar pada 25/09 di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. Pada event besar hari ini di hadiri oleh beberapa pejabat negara antara lain; Prof. Dr. H. Moh. Mahfud, S.H., M.IP (Menko Polhukam RI), Irjen. Pol. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si (Kadensus 88 RI), Drs. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si (Gubernur Jawa Timur), dan lain-lain.

Bacaan Lainnya

Kedatangan para pejabat tersebut di sambut secara simbolis dengan pemberian sorban oleh RKH. Nasih Aschal kepada beberapa pejabat. Sekitar pukul 09.45 WIB, para pejabat memasuki ruangan seraya memberikan santunan kepada beberapa anak yatim. Rangkaian pra acara di buka dengan lagu kebangsaan Indonesia raya, lagu Hubbul Wathan, dan mars Asschol.
Tepat pukul 10.31 WIB, acara MUBES di buka langsung oleh KH. Agus Lukmanul Hakim, kemudian acara kedua pembacaan al-Qur’an oleh Kiai Shohib. Acara ketiga adalah sambutan dari ketua umum Asschol yakni RKH. Nasih Aschal, beliau menyampaikan bahwa tujuan dari untuk mengajak alumni dan simpatisan dari berbagai penjuru untuk bersatu.

Sambutan berikutnya adalah Gubernur Jawa timur Drs. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si Masuk dalam rangkaian acara ke empat. ”Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil tidak hanya mengubah peradaban keilmuan di Indonesia akan tetapi merubah peradapan dunia”, ungkapnya.

Acara kelima yaitu sambutan dari Kadensus 88 RI, Irjen. Pol. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si. beliau membawa langsung beberapa mantan napi teroris. ”Saya memperkenalkan mereka karena kami ingin memanusiakan mereka agar lebih menjadi manusia yang utuh”, tuturnya.

Kadensus juga menegaskan bahwa para mantan napi teroris tersebut agar mereka melihat perjuangan guru besar Syaichona Cholil. ”Maka kami berharap agar Syaichona Moh. Cholil di galeri pahlawan nasional” imbuhnya.

Dalam sambutan ke enam, Menko Polhukam RI, Prof. Dr. H. Moh. Mahfud, S.H., M.IP menyampaikan bahwa Syaichona merupakan peletak dasar pemikiran Nasionalisme dalam ilmu keislaman yang kemudian diwariskan kepada para santrinya seperti Kiai Hasyim Asy’ari, Kiai Wahab Hasbullah, Kiai As’ad dan para santri lainnya yang banyak tersebar di pulau Jawa dan luar Jawa sehingga dari pemikiran ini terwujudlah negeri yang baik.

”Hubbul wathan minal iman bukan merupakan tambahan dari rukun iman yang enam itu, akan tetapi hubbul wathan merupakan pelaksanan dari penyempurnaan iman”, tegasnya.

Hal ini sangat sesuai dengan tema MUBES 2 ASSCHOL yaitu “Melestarikan Warisan Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Untuk Peradaban Bangsa”, Pungkasnya.

Reporter: Kang Aaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.