MUBES 2 ASSCHOL; Selamat Datang Para Alumni dan Simpatisan

Oleh: RKH. Moh. Nasih Aschal*

Asscholmedia.net – Ahad, 25 September, Alumni dan Simpatisan pondok pesantren Syaichona Moh. Cholil akan tumplek memenuhi komplek salah satu pondok pesantren tertua di negeri ini. Mereka datang untuk mengikuti rangkain acara MUBES 2 ASSCHOL yang diselenggarakan selama dua hari. Kedatangan mereka merupakan kecintaan terhadap almamater yang telah membentuk karakter berfikir dan kejernihan hati.

Pada MUBES 2 ASSCHOL kali ini, tema yang diusung adalah “Melestarikan Warisan Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Untuk Peradaban Bangsa”, sebuah tema yang sangat bagus sekali untuk mengantarkan kita sebagai santri, guna menyulam kembali lelampa yang mulai terkikis atau bahkan sudah dianggap tidak berarti. Setiap detik, setiap hari dan setiap tahun, saya tidak bosan untuk selalu menggelorakan lelampa Syaichona Cholil dalam membangun peradaban terhadap para santri, untuk selanjutnya diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa di negeri tercinta ini. Saya dan keluarga besar Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil berupaya menjaga amanat mulia tersebut, sebuah perjuangan lewat almamater pesantren ini. Pesantren yang telah banyak mencetak ulama atau bahkan seorang wali.

Bacaan Lainnya

Menjaga, merawat serta melestarikan pesan-pesan Syaichona Cholil ini adalah hal yang tidak mudah untuk diaplikasi. Apalagi kita hidup di era dimana kecanggihan digital sudah lebih cepat dari angan-angan kita sendiri. Mimpi-mimpi yang dibangun dalam puing-puing kemuliaan nyaris terkikis oleh digitalisasi. Ejaan kita terhadap kalimat-kalimat mulia sudah tidak mampu bergumam ke seantero, dikarenakan kecanggihan tekhnologi. Oleh karenanya, sangat tepat jika di era ini kita juga bisa mengimbangi dengan langkah-langkah strategis untuk mengawal dan merawat warisan Syaichona Cholil lewat kecanggihan digital serta dibungkus oleh kepekaan hati. Yang harus membuat kita bahagia dan bangga adalah bahwa kita ditakdirkan menjadi santrinya seorang ulama yang telah menanamkan nilai-nilai keagamaan satu paket dengan nilai-nilai kebangsaan yang patut menjadi apresiasi.

Kehadiran kalian, di pondok tercinta ini sebagai bentuk upaya panggilan hati, bukan karena ini adalah MUBES 2 yang rangkaiannya lima tahun sekali. Bukan pula euforia nol arti, tetapi langkah kita ini berbarengan dengan draf yang telah dibangun oleh para masyayikh. Mengorek dan membaca terhadap apa yang telah diajarkan Syaichona Cholil adalah membaca negeri yang sangat kita cintai. Sangat ironi, jika panutan kita menggelora cinta tanah air, sementara kita sebagai santrinya justru menginjak-injak negeri ini dengan klaim tidak berarti. Sungguh arogan diri ini, dimana seorang panutan terus mengajarkan para santrinya untuk merawat dan menjaga tanah ibu pertiwi, sementara kita sebagai santri justru terbawa oleh organisasi yang kurang jelas sahamnya terhadap negeri ini.

Dalam konteks ini, sangat jelas bahwa organisasi keagamaan yang di ridloi oleh Syaichona Cholil adalah Jamiyah Nahdlatul Ulama, sebuah organisasi yamg sampai saat ini mash istiqomah untuk menyebarkan paham Ahlussunah waljamaah serta mengawal tanah air yang kita cintai. Soal organisasi, bagi saya harus ada ketegasan tersendiri. Sebab hal itu akan berpengaruh terhadap gerakan dan pola hidup para santri dan alumni. Bagi saya, NU adalah final dalam membentuk karakter berfikir dan seni dalam ilmu tasawuf (hati). Lewat tulisan ini, akan saya lantangkan bahwa seluruh Simpatisan, Santri dan Alumni pondok pesantren Syaichona Moh. Cholil wajib masuk terhadap organisasi Nahdlatul Ulama, karena Jamiyah ini warisan Syaichona Cholil yang harus dirawat dan difasilitasi.

Terakhir, saya ucapkan selamat datang kepada para tokoh, alumni dan simpatisan dalam acara MUBES 2 ASCCHOL ini. Semoga langkah kalian bersama dengan ridlo para masyayikh. Semoga gerakan kita ini adalah gerakan langit yang dapat dirasakan oleh semua kalangan, bukan sekedar santri dan alumni. Harapan terbesar semoga Allah meridloi apa yang telah kita inisiasi, dengan harapan barokah Syaichona Cholil, Kiai Imron, Nyai Romlah, Syekh Abdullah Schal dan RKH. Fakhrillah Aschal mengalir kepada kita dan anak cucu kita. Alfatihah.

*Ketua Umum PP. Syaichona Moh. Cholil
*ketua Umum ASSCHOL
*Anggota DPRD Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.