Ruh Orang Mukmin yang Menjawab Panggilan Haji

Asscholmedia.net – Suatu ketika Syaikhana Khalil memanggil salah satu santrinya yang kaya, disuruh untuk naik haji pada tahun itu.

Bacaan Lainnya

Santri itu tidak menjawab, lantaran masih memikirkan biayanya yang mahal untuk dibawa naik haji.

Lalu beliau memanggil santri lain yang miskin, “Taon satiah, be’eh naik haji, yeh!” “Engghi, engghi, enggi.” Jawab spontan santri tersebut dengan beberapa anggukan.

Rupanya di kemudian hari, satri yang pertama tidak pernah bisa naik haji, meskipun dirinya kaya.

Sedangkan santri yang kedua, bisa menunaikan ibadah haji beberapa kali sesuai dengan anggukan waktu diperintah oleh gurunya, meski kondisinya miskin tak berpunya.

**** ****

Seruan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam kepada umat manusia untuk menunaikan ibadah haji.

عن ابن عباس: قوله: ﴿وأذّنْ فِي النَّاسِ بالحَجّ﴾ قال: قام إبراهيم خليل الله على الحجر، فنادى: يا أيها الناس كُتب عليكم الحجّ، فأسمع من في أصلاب الرجال وأرحام النساء، فأجابه من آمن من سبق في علم الله أن يحج إلى يوم القيامة: لبَّيك اللهمّ لبَّيك.

Diceritakan dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhu, ketika Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim, “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji.”

Beliau berdiri di atas batu, lalu berseru, “Wahai para manusia, sesungguhnya Allah telah mewajibkan kalian untuk melakukan ibadah haji di Baitullah ini. Maka berhajilah kalian semua di tempat ini.”

Semua manusia yang masih ada di alam arwah mendengar seruan tersebut. Dan arwah orang-orang yang beriman yang akan naik haji sampai hari kiamat menjawab, “Labbaikallahumma Labbaik.”

Maka yang menjawab satu kali, mereka akan mendapat giliran haji satu kali. Demikian juga untuk yang menjawab dua kali dan tiga kali akan menjalani haji sesuai jawabannya. Sedangkan yang tidak menjawab, tidak mendapat bagian naik haji.

**** ****

Cerita salah salah satu jama’ah haji PPSMCH.

Dia salah seorang guru di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, bernama Muhammad Mardi dari desa Gumpol Geger.

Sebelumnya dia mendaftarkan istrinya, ternyata dapat antrian 30 tahun untuk bisa berangkat. Dan dia juga berniat mau mendaftar bulan Syawal tahun ini.

Singkat cerita, dia mendapat telpon dari pengurus KBIH PPSMCH, bahwa keluarga pengasuh pondok ada yang tidak mau berangkat, yakni al-Marhum RKH. Fakhrillah Aschal.

Dan Ustadz Mardi, demikian panggilan angkrabnya, diminta kesediaannya untuk mengganti pengasuh yang tidak bisa berangkat haji tahun ini.

Jadilah dia melaksanakan rukun Islam yang kelima itu secara dadakan tahun ini, sebagai keajaiban yang diberikan oleh Allah kepadanya.

**** ****

Kebiasaan jama’ah haji Indonesia yang sudah rampung melaksanakan ibadah hajinya adalah mengganti nama hajinya.

Semisal nama awalnya Muhammad Syukron, diganti dengan nama Haji Anshori.

Sebenarnya mengganti nama dengan yang lebih bagus tidak harus ketika melakukan haji, tapi boleh dilakukan kapan pun. Dan itu sunnah hukumnya.

Sebagaimana diterangkan dalam Tanwir al-Qulub sebagai berikut,

وَيَجِبُ تَغْيِيْرُ اْلأَسْمَاءِ الْمُحَرَّمَةِ وَيُسْتَحَبُّ تَغْيِيْرُ اْلأَسْمَاءِ الْمَكْرُوْهَةِ.

“Mengubah nama-nama yang haram itu hukumnya wajib, dan nama-nama yang makruh hukumnya sunah.”

**** ****

Konon orang yang baru datang dari haji tidak boleh keluar rumah selama 40 hari, karena masih ada 40 malaikat yang mengikutinya.

40 malaikat tersebut kembali ke tanah suci setiap harinya satu malaikat secara bergantian. Entah, penulis kurang tahu tentang kebenaran cerita tersebut. Hanya saja sebagian ulama menjelaskan sebagai berikut,

وَلِغَيْرِهِ سُؤَالُ الدُّعَاءِ مِنْهُ بِهَا وَذَكَرُوا أَنَّهُ أَيْ الدُّعَاءَ يَمْتَدُّ أَرْبَعِينَ يَوْمًا مِنْ قُدُومِهِ

“Dan disunahkan bagi orang yang berhaji untuk mendoakan orang (yang tidak berhaji) dengan ampunan meskipun orang tersebut tidak meminta. Dan bagi orang yang tidak berhaji hendaknya minta didoakan olehnya. Para ulama menyebutkan bahwa doa tersebut berlaku hingga empat puluh hari sejak kedatangannya.”

Jadi, menurut ulama ini yang empat puluh hari tersebut adalah masa berlaku disunnahkannya mendoakan orang yang tidak berhaji.

Karena orang yang sudah berhaji telah diampuni dosanya sebagaimana anak yang baru lahir dari ibunya.

Dari Abu Musa al-Asy’ari, Rasulullah bersabda,

عَن أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ، رَفَعَهُ إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، قَالَ الْحَاجُّ يَشْفَعُ فِي أَرْبَعِ مِائَةِ أَهْلِ بَيْتٍ، أَوْ قَالَ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ، وَيَخْرُجُ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمَ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Orang yang berhaji dapat memberikan syafaat kepada 400 orang keluarga atau keluarganya dan ia akan keluar dari dosanya seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya (HR Al-Bazzar)

**** ****

Banyak amalan-amalan agar dimudahkan untuk melaksanakan ibadah haji. Di antaranya yang paling mudah dilakukan yang penulis (saya) sendiri dapat dari gurunya.

Membaca kalimat,

أمين يارب العالمين

Dibaca bersamaan dengan bacaan Amin-nya imam di dalam shalat Jahriyah (Maghrib, Isya’ dan Subuh).

Semoga kita semua dimudahkan untuk melaknasanakan ibadah haji, dan berziarah ke maqbarah Rasulullah di Madinatul Munawwarah. Amin.

Wallahu A’lam Bis Shawab

Gambar di bawah, adalah dokumentasi pelaksanaan ibadah haji Ustadz Mardi bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji PPSMCH.

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

📖 Syihabuddin al-Qaliyubi, Hasyiyah Qaliyubi ‘ala Syarhi Jalaluddin al-Mahali, Bairut-Dar al-Fikr, 1419 H/1998 M, juz, II, hlm. 190
📖 Tanwirul Qulub Fi Mu’amalati ‘Allamil Ghuyub | Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi al-Irbili

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.