Asscholmedia.net – Bagi pasangan suami istri yang baru melangsungkan akad nikah, harapan satu-satunya dari hubungan tersebut adalah hadirnya seorang anak.

Namun tidak semua pasangan suami istri langsung dikaruniai sang buah hati sesuai waktu yang diinginkan. Ada yang menunggu sampai satu tahun, dua tahun bahkan bertahun-tahun.

Salah satu teman saya meminta kepada saya sebuah ijazah, atau amalan yang dapat mempermudah dikaruniai seorang keturunan bagi keluarganya yang masih baru.

Tentunya ijazah yang dimaksud adalah yang sudah banyak terbukti kemujarabannya, baik itu berupa bacaan atau cara-cara tertentu.

Kebetulan saya pernah diberi ijazah langsung oleh guru saya Allahumma Yarham RKH. Fakhrillah Aschal secara pribadi agar bisa cepat diberi momongan.

Karena itu merupakan ijazah pribadi sehingga saya berani memberikan kepada yang lain, mengingat sangat banyak yang butuh dengan ijazah itu.

Agar cepat dikaruniai seorang anak bagi pasangan yang baru menikah, bacalah ayat di bawah ini, 11 kali setiap selesai shalat lima waktu.

رَبِّ لَا تَذَرۡنِی فَرۡدࣰا وَأَنتَ خَیۡرُ ٱلۡوَ ٰ⁠رِثِینَ ١١ x بعد المكتوبة

RKH. Fakhrillah Aschal mendapat ijazah dari KHS. Abdullah Schal. Bagi keluarga baru atau sudah lama yang ingin segera mempunya keturunan, lakukan cara berikut ini:

“Ngicok salebbereh oreng binik se bennyak anaeh. Pas ekatedungin neng alas, talon otabeh sabe.”

(Ambillah celana dalem milik seorang perempuan yang sudah punya banyak anak, lalu dipakai sebagai alas tidur di tengah hutan, ladang atau sawah)

Syaratnya harus mencuri (meminjam tanpa sepengatahuan orangnya), jangan sampai ketahuan pemiliknya. Dan tidurnya harus di ladang, sawah atau hutan. Celana dalem tersebut ditindih, dibuat alas, bukan dipakai.

Terakhir, jangan lupa dikembalikan. 😀

Menurut beliau, cara itu sangat mujarab dan sudah banyak yang membuktikan keampuhannya.

Sangat mudah dilakukan. Hanya yang sulit ketika harus tidur di tengah sawah, malam hari. Tapi kalau ada kemauan pasti bisa dikerjakan. 😀

Selamat mencoba.

Jangan lupa kirim Fatihah kepada RKH. Fakhrillah Aschal, KHS. Abdullah Schal dan Syaikhana Khalil.

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.