Asscholmedia.net – Mudzakarah JULEHA (Juru Sembelih Halal) Indonesia Jawa Timur dan Pembentukan Pengurus Tingkat Daerah serta Bimtek Panitia Idul Qurban di adakan di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. Sabtu, (25/6/22).

Juru Sembelih Halal adalah sebuah profesi yang melakukan pekerjaan penyembelihan halal pada usaha pemotongan unggas di RPH-U (Rumah Potong Hewan Unggas) maupun pada ruminansia di RPH-R (Rumah Potong Hewan Ruminansia domba/ kambing/ sapi/ kerbau). Belakangan ini, profesi Juru Sembelih Halal mulai banyak dibutuhkan juga pada penyembelihan hewan qurban Idul Adha, seiring dengan meningkatnya kesadaran Umat Islam dalam mengelola ibadah qurban secara profesional.

Dalam rangka menjamin kualitas SDM Juru Sembelih Halal, pemerintah telah menerbitkan SKKNI No. 196 Tahun 2014 sebagai acuan yang dipakai untuk menetapkan kompetensi seorang Juru Sembelih Halal. Dengan makin terbukanya informasi di era saat ini, masyarakat muslim mulai memahami bahwa Juru sembelih Halal yang kompeten adalah suatu keniscayaan untuk menjamin produk daging yang beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat ASUH, yaitu : Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

Inilah marwah JULEHA Indonesia, sebuah organisasi yang berbasis kompetensi, yang senantiasa berupaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensinya dari waktu ke waktu. Sebagai upaya untuk berkontribusi dalam penjaminan produk halal yang diwajibkan oleh pemerintah melalui UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Kegiatan ini dihadiri oleh KH. Abdurrahman Navis, Lc., M.HI, selaku Penasehat DPW JULEHA Jawa Timur, RKH. Mohammad Nasih Aschal, M.Pd selaku Ketua Umum Pondok Pesantren Syaichona Moh, Cholil Bangkalan, dan KH. Makki Nasir, M.Pd.I selaku Ketua MUI Kabupaten Bangkalan. Adapun yang menjadi peserta adalah utusan atau delegasi dari beberapa daerah seperti Bangkalan, Bojonegoro, Gresik, dan sekitarnya.

Tujuan dari adanya JULEHA ini adalah sebagai bentuk dukungan agar kita makan daging halal melalui sembelihan yang memang benar-benar sesuai aturan agama Islam. “Acara ini diadakan untuk mendukung makan daging halal, daging bisa menjadi halal dengan cara disembelih halal juga sesuai aturan syar’i”, tegas KH. Abdurrahman Navis, Lc., M.HI dalam sambutannya.

Begitu juga Ra Nasih, ia berharap di Madura khususnya Kabupaten Bangkalan juga di bentuk kepengurusan JULEHA. “Kalau bisa kepengurusan JULEHA ini bisa terbentuk di Madura khususnya di Bangkalan” harapnya.

“Selain menyediakan fasilitas acara, kami juga juga mensupport penuh kegiatan ini. Karena ada hal penting yang seharusnya di bahas dalam JULEHA ini yaitu bagaimana cara kita menyembelih hewan sesuai aturan agama Islam sehingga menjadi daging halal dimakan. Ya tentunya akan berkaitan dengan hukum fiqh”, imbuhnya.

Bapak Fauzi selaku Ketua JULEHA Indonesia Jawa Timur turut juga menyampaikan bahwa Mudzakarah ini merupakan yang ketiga kalinya diadakan di pondok pesantren, yang mana pada saat ini di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan.

Berkaitan dengan komunitas JULEHA Indonesia, tak lepas kaitannya dengan yang namanya bekerja sebagai profesi juru sembelih. Sehingga ia mengungkapkan bahwa para pekerja di JULEHA Indonesia cukup diminati oleh masyarakat baik dalam negeri maupun luar negeri.

Harapannya ke depan, gerakan halal ini bisa di mulai dari Bangkalan hingga ke ujung Madura, dan tidak hanya itu, bahkan bisa dapat dukungan dari kiai-kiai yang ada di Madura.

Selain itu, Ketua JULEHA Indonesia Jawa Timur ini berencana akan menggelar Apel Jagal yang bertempat di Alun-alun Kota Bangkalan. Informasinya, perihal ini sudah di konfirmasi ke Ibu Gubernur Jawa Timur.

Reporter: Rofi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.