Asscholmedia.net – Dahulu dari kalangan Bani Israil, ada seorang yang bernama Kifli. Ia dikenal seorang tidak pernah menolak untuk melakukan kemaksiatan.

Pada suatu hari ia didatangi seorang wanita yang sedang membutuhkan (uang). Tanpa ragu sedikit pun ia langung memberi wanita itu banyak uang namun dengan syarat wanita itu mau diajak tidur.” Dalam versi lain disebutkan 60 Dinar.

Ketika Kifli hendak manidurinya, wanita itu gemetar dan menangis.

Melihat keadaan itu Kifli bertanya:
“Apa yang membuatmu menangis? Apakah aku telah memaksamu?”

Wanita itu menjawab: “Tidak, tetapi perbuatan ini belum pernah aku lakukan sebelumnya. Kebutuhan (karena terpaksa) yang telah membawaku ke sini.”

Kifl berkata. “Engkau melakukan hal ini (menangis) karena takut kepada Allah ﷻ? Aku lebih patut untuk melakukannya. Pergilah, dan ambillah uang yang aku berikan kepadamu. Demi Allah aku tidak akan berbuat maksiat lagi! ”
Malam itu juga dia meninggal dunia, dan tertulis di pintu rumahnya sebua tulisan: “Sesungguhnya Allah ﷻ telah mengampuni Kifli.”

Orang-orang pun merasa takjub atas karunia berupa ampunan dari Allah ﷻ. Allah ﷻ lalu mewahyukan peristiwa tersebut pada Nabi yang hidup di zamannya. Waallahu A’lamu

𝑲𝒊𝒔𝒂𝒉 𝒊𝒏𝒊 𝒅𝒊𝒔𝒂𝒎𝒑𝒂𝒊𝒌𝒂𝒏 𝑹𝒂𝒔𝒖𝒍𝒖𝒍𝒍𝒂𝒉 ﷺ 𝒑𝒂𝒅𝒂 𝒑𝒂𝒓𝒂 𝒔𝒂𝒉𝒂𝒃𝒂𝒕𝒏𝒚𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒓𝒊𝒘𝒂𝒚𝒂𝒕𝒌𝒂𝒏 𝑰𝒎𝒂𝒎 𝑨𝒉𝒎𝒂𝒅 𝒅𝒂𝒏 𝑨𝒕-𝑻𝒊𝒓𝒎𝒊𝒅𝒛𝒊 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝑨𝒔𝒃𝒂𝒕𝒉 𝒃𝒊𝒏 𝑴𝒖𝒉𝒂𝒎𝒎𝒂𝒅 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒂𝒍-𝑨’𝒎𝒂𝒔𝒚 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝑨𝒃𝒅𝒊𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒃𝒊𝒏 𝒃𝒊𝒏 𝑨𝒃𝒅𝒊𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝑺𝒂𝒂𝒅 𝒃𝒆𝒌𝒂𝒔 𝒃𝒖𝒅𝒂𝒌 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒎𝒆𝒓𝒅𝒆𝒌𝒂𝒌𝒂𝒏 𝑻𝒉𝒂𝒍𝒉𝒂𝒉 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝑰𝒃𝒏𝒖 𝑼𝒎𝒂𝒓.

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍️ 𝑨𝒍-𝑯𝒂𝒇𝒊𝒅𝒛 𝑨𝒃𝒖 𝒂𝒍-𝑭𝒊𝒅𝒂 𝑰𝒔𝒎𝒂𝒊𝒍 𝒃𝒊𝒏 𝑼𝒎𝒂𝒓 𝒃𝒊𝒏 𝑲𝒂𝒕𝒔𝒊𝒓 𝒂𝒍-𝑸𝒖𝒓𝒔𝒚𝒊𝒚 𝒂𝒅-𝑫𝒂𝒎𝒔𝒚𝒊𝒒𝒊𝒚| 𝑯𝒂𝒋𝒘𝒂| 𝑨𝒏-𝑵𝒊𝒉𝒂𝒚𝒂𝒉 𝒘𝒂 𝒂𝒏-𝑵𝒊𝒉𝒂𝒚𝒂𝒉 𝒋𝒖𝒛 1 𝒉𝒂𝒍 518.

✍️ 𝑨𝒍-𝑰𝒎𝒂𝒎 𝑴𝒂𝒋𝒅𝒖𝒅𝒅𝒊𝒏 𝑨𝒃𝒖 𝒂𝒔-𝑺𝒂’𝒂𝒅𝒂𝒕 𝒂𝒍-𝑴𝒖𝒃𝒂𝒓𝒂𝒌 𝒃𝒊𝒏 𝑴𝒖𝒉𝒂𝒎𝒎𝒂𝒅 𝒃𝒊𝒏 𝒂𝒍-𝑨𝒕𝒔𝒊𝒓 𝒂𝒍-𝑱𝒂𝒛𝒂𝒓𝒊𝒚| 𝑴𝒂𝒌𝒕𝒂𝒃𝒂𝒉 𝒂𝒍-𝑲𝒂𝒉𝒍𝒘𝒂𝒏𝒊𝒚, 𝑴𝒂𝒌𝒕𝒂𝒃𝒂𝒉 𝒂𝒍-𝑴𝒂𝒍𝒂𝒉𝒊, 𝑴𝒂𝒌𝒕𝒂𝒃𝒂𝒉 𝑫𝒂𝒓𝒖 𝒂𝒍-𝑩𝒂𝒚𝒂𝒏| 𝑱𝒂𝒎𝒊’𝒊 𝒂𝒍-𝑼𝒔𝒖𝒍 𝒇𝒊 𝑨𝒉𝒂𝒅𝒊𝒕𝒔𝒊 𝒂𝒓-𝑹𝒂𝒔𝒖𝒍 𝒋𝒖𝒛 10 𝒉𝒂𝒍 318.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.