Asscholmedia.net – Syaichona Muhammad Kholil Bangkalan memiliki peran besar dalam dakwah Islam khususnya di Nusantara, tidak hanya melalui ketokohan beliau yang menjadi Maha Guru ulama-ulama Nusantara, tapi juga melalui kesungguhan dan kegigihan beliau untuk membangun jaringan-jaringan dakwah. Masjid merupakan salah satu dari sekian banyak kontribusi besar yang diwariskan oleh Syaichona Muhammad Kholil untuk umat.

Bila kita mau pitch back ke belakang akan sejarah awal perkembangan Islam sejak masa Nabi Muhammad ﷺ, para sahabat, tabi’in dan para ulama pengikutnya. Di mana masjid menjadi simbol kekuatan, tempat peribadatan sekaligus menjadi penyebaran dan kegiatan-kegiatan pendidikan Islam. Maka tidak heran jika Syaichona Muhammad Kholil memilih masjid menjadi jaringan-jaringan dan sarana dakwah beliau.

Dan perlu diketahui, sebelum lahir lembaga pendidikan Islam sebagaimana banyak dijumpai di era modern saat ini, masjid merupakan tempat paling tua dalam sejarah peradaban Islam yang menjadi basis pendidikan umat Islam karena seperti disinggung di muka, masjid selain menjadi perekat paling efektif untuk mempertemukan segenap lapisan masyarakat, membangun keakraban antara masyarakat, masjid juga menjadi ikon sentral agama Islam yang wajib bagi segenap umat Islam untuk menjaga dan memakmurkannya.

Di kalangan orang Madura khususnya Bangkalan, masjid-masjid yang didirikan oleh Syaikhona Muhammad Kholil begitu akrab dikenali dan tidak asing di kalangan masyarakat. Setidaknya ada dua faktor yang melatar belakangi hal itu. Pertama, ketokohan Sang Maha Guru yang kemudian menjadikan masjid-masjid yang diwariskannya menjadi sangat ikonik di kalangan masyarakat. Apalagi didukung oleh struktur sosial masyarakat yang sangat memiliki perhatian atas simbul-simbul keagamaan. Kedua, masjid-masjid yang didirikan oleh Syaichona Muhammad Kholil dari sisi jumlah terbilang cukup banyak dan tersebar di berbagai penjuru Bangkalan dan Sampang, serta dibangun di kawasan-kawasan yang strategis yang menjadi alur laju pergerakan masyarakat.

Di Kabupaten Bangkalan masjid yang didirikan oleh Syaichona Muhammad Kholil lumayan banyak bahkan ada juga di daerah Banyuates, bagian utara Kabupaten Sampang. Sedikitnya tercatat ada sekitar 11 Masjid berdasarkan sumber informasi dari masyarakat di lokasi masjid-masjid ditemukan dan mayoritas masjid-masjid tersebut bernama “Masjid Syaichona Muhammad Kholil” untuk penghormatan kepada pendiri beliau.

Berikut data dari masjid-masjid yang di didirikan oleh Syaichona Muhammad Kholil:

1- Masjid Anwar Jengkebuan Bangkalan. Dibangun pada tahun 1295 H, kemudian diperbarui pada tahun 1345 H.

2- Masjid Nurus Sholihin Keleyan Socah Bangkalan. Tanpa tahun pembangunan.

3- Masjid Masjid Syaichona Muhammad Kholil Bulukagung Klampis Bangkalan. Dibangun pada tahun 1912 M.

4- Masjid Syaichona Cholil Labang Baru Labeng Bangkalan. Tanpa tahun pembangunan.

5- Masjid Syaichona Muhammad Kholil bin Abdul Latif al-Muammar Banyuanjuh Desa Lajing Kecamatan Arosbaya Bangkalan. Dibangun pada tahun 1341 H.

6- Masjid Syaichona Muhammad Kholil al-Hikmah Bilaporah Socah Bangkalan. Dibangun pada tahun 1914 M.

7- Masjid al-Mubarok Masjid Syaichona Muhammad Kholil Telaga Biru Tanjung Bumi Bangkalan. Tanpa tahun pembangunan.

8- Masjid al-Jami’ Syaichona Muhammad Kholil Montor Bayuates Sampang. Dibangun pada tahun 1334 H.

9- Masjid Syaichona Muhammad Kholil Desa Tebul Kecamatan Kwanyar Bangkalan.

10- Masjid Syaichona Muhammad Kholil Desa Sebbuh, Tobaddung, Klampis, Kabupaten Bangkalan. Tanpa tahun pembangunan.

11- Masjid Syaichona Muhammad Kholil Desa Morkoneng, Kwanyar Bangkalan. Tanpa tahun pembangunan.

Demikian sebagian masjid yang telah dibangun oleh Syaichona Muhammad Kholil Bangkalan yang terus abadi hingga saat ini, menjadi ikon kebanggaan masyarakat setempat dan senantiasa eksis menjadi pusat-pusat kegiatan peribadatan dan pendidikan mereka. Waallahu A’lamu.

Penulis: Abdul Adzim

𝑫𝒊𝒔𝒂𝒓𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒃𝒖𝒌𝒖 𝑺𝒊𝒓𝒂𝒉 𝑺𝒚𝒂𝒊𝒄𝒉𝒐𝒏𝒂 𝑴𝒐𝒄𝒉. 𝑪𝒉𝒐𝒍𝒊𝒍, 𝑴𝒆𝒏𝒆𝒍𝒂𝒅𝒂𝒏𝒊 𝑱𝒆𝒋𝒂𝒌 𝒅𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒓𝒋𝒖𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒏𝒈 𝑴𝒂𝒉𝒂 𝑮𝒖𝒓𝒖.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.