Asscholmedia.net – Pada suatu malam segerombolan pencuri keluar untuk merampok suatu Kafilah, ketika malam mulai gelap, mereka mendatangi tenda Kafilah itu di tengah tanah lapang dengan sikap yang ramah dan tidak mencurigakan, lalu mereka mengetuk pintu dan berkata kepada penghuni tenda:

“Kami adalah pasukan perang, kami hendak bermalam di tenda kalian.”

Kafilah itu pun membukakan pintu untuk para tamu tersebut, pemilik tenda berdiri untuk memberikan pelayanan kepada mereka, dan pemilik tenda melakukan itu berharap sebagai sebuah pendekatan diri pada Allah ﷻ (ibadah) dan dapat mengambil barakah. Pemilik tenda tersebut mempunyai seorang anak yang lumpuh bertahun-tahun, kemudian ia mengambil sisa dan kelebihan air para perampok, sembari berkata kepada istrinya:

“Usapkan ini pada seluruh anggota tubuh anak kita. Semoga ia bisa sembuh berkah milik para pejuang tersebut.”

Si istri pun melaksanakan perintah suaminya, tatkala Subuh berkumandang, gerombolan pencuri keluar menuju suatu daerah, dan mereka merampok harta di sana. Lalu mereka kembali ke tenda tempat mereka bermalam. Begitu sampai di tenda, mereka pun kaget melihat anak pemilik tenda bisa berjalan dengan tegak.

“Apakah benar, ini anak kalian yang kami lihat kemarin masih lumpuh itu?” Tanya salah seorang dari rombongan perampok tersebut, heran.

“Ya.” Aku mengambil sisa air milik kalian, dan aku usapkan air itu kepadanya, kemudian Allah ﷻ memberikan kesembuhan padanya sebab berkah kalian,” Jawab pemilik tenda.

Mendengar kisah yang dituturkan pemilik tenda, gerombolan perampok tersebut menangis dan berkata:

“Ketahuilah wahai Kisana! Sungguh kami bukanlah pejuang, kami adalah rombongan pencuri, kami keluar untuk merampok. Hanya saja Allah ﷻ memberikan kesembuhan kepada anakmu karena baiknya niatmu. Sekarang kami benar-benar bertobat kepada-Nya.”

Akhirnya mereka pun bertobat dan menjadi pejuang di jalan Allah ﷻ hingga mereka meninggal dunia. Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Syaikh Ahmad Syihafuddin bin Salamah al-Qulyubiy| Nawadiru al-Qulyubiy| Daru al-Kutub al-Ilmiyah hal 22.

الحكاية الخامسة والعشرون : في حسن الإعتقاد

حكي : أن جماعة من اللصوص خرجوا من الليل إلى قطع الطريق على قافلة ، فلما جن عليهم الليل جاءوا إلى رباط في المفازة فقرعوا الباب وقالوا لأهل الرباط : إنا جماعة من الغزاة نريد أن نبيت الليلة في رباطكم ، ففتحوا لهم الباب فدخلوا وقام صاحب الرباط يخدمهم ، وكان يتقرب إلى الله تعالى بذلك ويتبرك بهم ، وكان له ابن مقعد لا يقدر على القيام فأخذ صاحب الرباط سؤرهم وفضل مياههم وقال لزوجته : امسحي لولدنا بهذا أعضاءه ، فتعله يشفي ببركة هولاء الغزاة ، ففعلت ذلك فلما أصبحوا خرج اللصوص توجهوا إلى ناحية وأخذوا أموالا وجاءوا إلى الرباط عند المساء فرأوا الولد يمشي مستويا ، فقالوا لصاحب الرباط : هذا الولد الذي رأيناه مقعدا بالأمس ؟ قال : نعم ، أخذت سؤرکم وفضل مائكم ومسحته به ، فشفاه الله ببركتكم ، فأخذوا يبكون وقالوا له : اعلم أيها الرجل أننا لسنا بغزاة ، وإنما نحن لصوص خرجنا إلى قطع الطريق غير أن الله تعالی عافي ولدك بحسن نيتك ، وقد تبنا إلى الله تعالى فتابوا جميعا فصاروا من جملة الغزاة والمجاهدين في سبيل الله حتى ماتوا .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.