Asscholmedia.net – Memakai cincin, selain mengharap kebaikan dari kesunnahannya, juga tidak luput digunakan sebagai gaya hidup.

Cincin adalah aksesoris yang sama cocok dipakai laki-laki atau perempuan. Dengan memakai cincin, memunculkan aura khusus yang bisa dirasakan sendiri oleh si pemakai. Seperti rasa percaya diri yang meningkat, misalnya.

Khusus cincin emas hanya boleh dipakai oleh orang perempuan, laki-laki dilarang.

Untuk cincin perak, yang biasanya dibuat emban untuk batu-batu mulia, hukumnya boleh dipakai laki-laki bahkan sunnah selagi tidak berlebihan menurut kebiasaanya.

Karena di samping sunnah juga mempunyai khasiat-khasiat tertentu. Maka tidak heran kalau cincin bermata jenis batu-batu mulia banyak diburu.

ويحل استعمال واتخاذ النفيس كيقوت وزبرجد وبلور وعقيق. أه‍ الاقناع

“Diperbolehkan memakai dan menyimpan batu mulia seperti, yaqut, zabarjad, bilaur dan akik.”

Adapun cara memakai cincin yang lebih utama dan yang sesuai dengan kesunnahannya, ulama telah menjelaskan,

والأفضل جعله فى اليد اليمنى ولبسه فى الخنصر ويسن ان يكون فصه فى داخل كفه.

“Memakai cincin yang paling utama dipasang pada jari manis tangan kanan. Dan disunnahkan mata cincinnya diletakkan di sebelah telapak tangan.”

Dengan demikian, memakai cincin bagi orang laki-laki baik itu bermata batu atau yang lainnya, sebenarnya hanyalah untuk melakukan kesunnahan, karena nabi juga pernah memakainya. Selain itu, juga mengharapkan khasiat yang terdapat dari batu tersebut. Bukan untuk pamer dan gaya-gayaan.

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Referensi : al-Iqna’ Fi Hilli Alfadzi Abi Syuja’ | Syaikh Syamsuddin Muhammad bin Ahmad asy-Syarbini | Wa Hasyiah al-Bujairami Juz 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.