Asscholmedia.net – Diantara yang membuat manusia lebih taat kepada Allah ﷻ adalah punya rasa takut; takut akan murkaNya, takut dengan siksaNya dan takut kepada nerakaNya.

Maka dengan mengetahui gambaran ngerinya jurang api neraka, orang akan semakin merasa takut, sehingga dengannya orang itu akan selamat.

Tentang neraka Allah ﷻ berfirman dalam surah at-Tahrim,

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ قُوۤا۟ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِیكُمۡ نَارࣰا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَیۡهَا مَلَـٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظࣱ شِدَادࣱ لَّا یَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَاۤ أَمَرَهُمۡ وَیَفۡعَلُونَ مَا یُؤۡمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah ﷻ terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim 6)

Allah ﷻ juga berfirman dalam surah ar-Rahaman,

هَـٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِی یُكَذِّبُ بِهَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ

“Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa.” (QS. Ar-Rahman 43)

Lalu seperti apa gambaran ngerinya api neraka itu? Diceritakan di dalam sebuah atsar (perkataan shahabat)

وروى فى الأثار لو أن واحدا من أهل النار أخرج وطرح إلى جوف نار الدنيا لنام فيها سبعين سنة لا ينقلب من جانب إلى جانب أخر من كمال الاستراحة فيها

“Seandainya salah seorang dari ahli neraka dikeluarkan dan dilempar ke tengah api dunia, maka dia akan tertidur selama tujuh puluh tahun, tidak akan berbalik ke kiri dan  ke kanan karena dari enaknya berada di dalam api dunia.”

Sementara itu disebutkan di dalam hadits nabi,

روى عن النبي عليه الصلاة والسلام يوتى برجل من أهل النار قضى جميع عمره فى العيش والراحة يعنى أنه متنعم فى الدنيا وكان عمره فى راحة العيش وسروره فيطرحونه مرة واحدة فى النار ثم يخرجونه ويقولون له هل رأيت فى الدنيا راحة العيش؟ فيقول : والله مارأيت فى الدنيا راحة عيش أصلا. نسي كل ذلك بدخولها مرة واحدة

“Dihadapkan kepada salah seorang ahli neraka untuk memenuhi selama hidupnya dengan kenyamanan, kenikmatan dan kebahagiaan hidup di dunia, kemudian orang itu dimasukkan ke dalam neraka barang sekali, lalu dikeluarkan dan ditanyakan, “Apakah kamu di dunia menemukan kenikmatan hidup?” Dia akan berkata, “Demi Allah, di dunia aku tidak merasakan kenikmatan hidup sama sekali.” Dia lupa dengan semua itu, dengan hanya sekali dimasukkan ke dalam neraka.”

Hadits dan atsar di atas menjelaskan tentang dahsyatnya api neraka dibanding dengan api dunia, bahkan seandainya seseorang selama hidup di dunia selalu dipenuhi dengan kenikmatan, maka sekali saja dia dimasukkan ke dalam neraka, dia akan lupa segalanya.

Maka dengan sepenuhnya manusia harus berusaha menjaga diri dan keluarganya agar tidak menjadi penghuni neraka, dengan melakukan ketaatan dan menjauhi larangan, sebab masuk neraka adalah disebabkan ulah mereka sendiri.

Allah ﷻ berfirman

فَٱلۡیَوۡمَ لَا تُظۡلَمُ نَفۡسࣱ شَیۡـࣰٔا وَلَا تُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

“Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Ya-Sin 54)

Karena Allah ﷻ menciptakan anak Adam dan memberinya akal dan pengertian. Menjelaskan kepada mereka jalan kebaikan dan keburukan, menjelaskan balasan dari kebaikan dan balasan dari keburukan itu.

Sebab Allah ﷻ tidak pernah dhalim kepada hambaNya, sebagaimana dijelaskan dalam firmanNya,

فَمَن یَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَیۡرࣰا یَرَهُۥوَمَن یَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةࣲ شَرࣰّا یَرَهُۥ

“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah 8)

Mengenai makna dari ayat tadi, ada sebuah cerita yang dapat kita renungkan di bawah.

 

روى أن رجلا سأل بهلول، من أين تجئ يابهلول؟ قال : من جهنم، فقال : بأي مصلحة ذهبت إليها؟ قال : لأجل النار، فما وجدتها فيها، فقال الرجل : ما معنى هذا الكلام؟ قال بهلول : لأن كل من يدخل جهنم يدخل مع النار لأنه يعمل فى الدنيا عمل أهل النار فيدخل جهنم معها كما قال الشاعر

 

Diceritakan, seorang laki-laki bertanya kepada Bahlul, “Kau datang dari mana, Bahlul?” Bahlul menjawab, “Dari Jahannam.” “Untuk apa?” Tanya laki-laki itu lagi. “Untuk mencari api, tapi aku tidak menemukan api di Jahannam.” Jawab Bahlul. “Apa maksudnya semua itu?” Kata laki-laki itu tidak paham. Lalu Bahlul menjawab, “Karena setiap orang yang masuk ke Jahannam dia masuk bersama api, karena di dunia dia melakukan pekerjaannya ahli api (Ahli Neraka), maka dia masuk ke dalam Jahannam bersama api. Sebagaimana ungkapan seorang penyair,

 

أ خذت  نارا بيد ى # و ضعتها  فى  كبد ى

إلى من أشكو ياسيدى # أخرقت قلبى بيدى

 

Aku mengambil api dengan kedua tanganku, dan lalu aku meletakkannya di hatiku.

 

Lalu kepada siapa aku mengadu wahai Tuhanku, sedangkan  aku sendiri yang membakar hatiku.

 

Akhirnya semoga kita semua dijauhkan dari perbuatan yang menjadikan kita ahli neraka. Amin.

Oleh: Shofiyullah el_Adnany

Referensi : Tafsir Surah Yasin| Syaikh Hamami Zadah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.