KH. Mohammad Nasih Aschal, Keberhasilan Santri Dipengaruhi Oleh Dua Faktor

Asscholmedia.net – Pengurus pondok pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan menggelar pertemuan wali santri yang merupakan acara tahunan dalam rangka mensukseskan dan mengembangkan program-program pondok pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan kedepan. Bangkalan, (11/12/21). Acara ini bertempat di halaman Madrasah pondok pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana telah diagendakan dalam undangan kepada semua wali santri bahwa acara ini akan membahas beberapa hal yakni koordinasi dan evaluasi serta sosialisasi program pondok pesantren. Namun untuk mengefektifkan sosialisasi program pesantren, setelah seremonial pembukaan selesai, wali santri dibagi menjadi dua komisi. Komisi pertama untuk wali santri baru bertempat di Aula Pondok Pesantren dan komisi kedua untuk wali santri lama bertempat di halaman utama.

Pertemuan wali santri 2021 yang bertajuk “Harmoni Tradisi dan Inovasi” merupakan salah satu agenda strategis yang melibatkan majelis keluarga, pengurus pesantren dan wali santri, selain dimaksudkan sebagai sarana silaturahmi antar majelis keluarga, pengurus dan wali santri juga dilaksanakan dengan tujuan sosialisasi dan jaring aspirasi.

Sambutan dan pengarahan disampaikan oleh KH. Mohammad Nasih Aschal yang dalam hal ini beliau juga menyampaikan perbedaan antara santri terdahulu dengan santri masa kini.

Menurutnya, keberhasilan santri dahulu dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama, faktor dari sisi guru yang maqom atau derajatnya tinggi. Kedua, faktor dari sisi masyarakatnya yang berkeyakinan kuat (mantap hatinya) kepada sang guru dalam menyantrikan (memondokkan) putra-putrinya. Seiring dengan perkembangan zaman, hal dua di atas inilah yang saat ini mengalami pergeseran sehingga santri-santri dan masyarakat yang dalam hal ini wali santri harus bisa menyesuaikan diri.

Selaku Ketua Umum Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, Ra Nasih juga menekankan bahwa hal yang juga perlu digaris bawahi oleh setiap wali santri bahwa mengetahui proses belajar putra putrinya di pondok pesantren juga merupakan hal penting untuk diketahui karena juga bagian dari tanggung jawab orang tua. Melihat fenomena yang terjadi, wali santri hanya melakukan dua hal yaitu memasrahkan (memondokkan) putra putrinya dan meminta izin berhenti dari pondok pesantren (boyong).

Reporter: Mr.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.