Asyiknya Memburu Harta, Jangan Lupa Bekal Pulang Ke Alam Baka


ASYIKNYA MEMBURU HARTA, JANGAN LUPA BEKAL PULANG KE ALAM BAKA

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (١) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (٢)

Artinya: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.

Abi al-Fida Ismail bin Umar bin Katsir al-Qursyiy ad-Damsyiqiy (w. 774 h) Rahimahullah berkata :

يقول تعالى : أشغلكم حب الدنيا ونعيمها وزهرتها عن طلب الآخرة وابتغائها، وتمادى بكم ذلك حتى جاءكم الموت وزرتم المقابر، وصرتم من أهلها.

(Seakan) Allah ﷻ berfirman: “Kalian disibukkan oleh kecintaan kalian kepada duniawi dan kesenangannya serta perhiasannya, sehingga kalian melupakan usaha kalian untuk mencari akhirat dan memburu pahalanya. Kalian terus-menerus disibukan dengan urusan duniawi kalian hingga maut datang menjemput, kalian dimasukkan ke dalam kubur dan kalian menjadi penghuninya”

Al-Hafiz Ibnu Asaakir saat menulis biografi al-Ahnaf Ibnu Qais nama lengkapnya Adh-Dhahhak bin Qais bin Mu’wiyah bin Hashin mengatakan:

أنه رأى في يد رجل درهما فقال: لمن هذا الدرهم؟ فقال الرجل: لي . فقال : إنما هو لك إذا أنفقته في أجر أو ابتغاء شكر. ثم أنشد الأحنف متمثلا قول الشاعر:

 

أَنْتَ لِلْمَالِ إِذَا أَمْسَكْتَهُ فَإِذَا أَنْفَقْتَهُ فَالْمَالُ لَكْ

 

“Bahwasanya pada suatu hari ia melihat seorang pria yang di tangannya memegang uang Dirham

Lantas al-Ahnaf bertanya pada pria itu: “Milik siapa Dirham ini?

“Milikku kata pria itu”. Jawab pria itu

Al-Ahnaf lalu berkata: Dirmah itu menjadi milikmu, bila kau membelanjakannya dalam hal yang menghasil pahala atau sebagai rasa syukurmu kepada Allah ﷻ.

Kemudian al-Ahnaf melantunkan sebuah tembang syair yang pernah digubah oleh seorang penyair:

Engkau milik (budak) harta jika engkau mengekangnya

Dan jika engkau membelanjakannya maka harta itu adalah milikmu”.

Dari Qotadah, dari Muthorrif, dari ayahnya, ia berkata, “Aku pernah mendatangi Nabi ﷺ membaca ayat “أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ” (sungguh berbangga-bangga telah melalaikan kalian dari ketaatan), lantas beliau ﷺ bersabda:

يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِى مَالِى – قَالَ – وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلاَّ مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ.

“Manusia berkata, “Hartaku-hartaku.” Beliau ﷺ bersabda: “Anak manusia mengucapkan: “Hartaku, hartaku”, (kemudaian) Beliau ﷺ bersabda: “Wahai anak manusia, Apakah kamu memiliki dari hartamu melainkan yang kamu telah makan akan habis, atau yang kamu telah pakai lalu rusak, atau yang telah kamu sedekahkan maka itu yang terus berlanjut (tersisa)?” (HR. Muslim no. 2958).

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

يَقُولُ الْعَبْدُ مَالِى مَالِى إِنَّمَا لَهُ مِنْ مَالِهِ ثَلاَثٌ مَا أَكَلَ فَأَفْنَى أَوْ لَبِسَ فَأَبْلَى أَوْ أَعْطَى فَاقْتَنَى وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ

“Hamba berkata, “Harta-hartaku.” Bukankah hartanya itu hanyalah tiga: Yang ia makan dan akan sirna, yang ia kenakan dan akan usang, yang ia beri yang sebenarnya harta yang ia kumpulkan. Harta selain itu akan sirna dan diberi pada orang-orang yang ia tinggalkan.” (HR. Muslim no. 2959).

Dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ.

“Yang akan mengiringi mayit (hingga ke kubur) ada tiga. Yang dua akan kembali, sedangkan yang satu akan menemaninya. Yang mengiringinya tadi adalah keluarga, harta dan amalnya. Keluarga dan hartanya akan kembali. Sedangkan yang tetap menemani hanyalah amalnya.” (HR. Bukhari no. 6514 dan Muslim no. 2960).

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Abi al-Fida Ismail bin Umar bin Katsir al-Qursyiy ad-Damsyiqiy| Tafsir al-Qur’ani al-Adzim| Daru Thayyibah juz 8 hal 472-473.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.