Konten-Konten Amal Kebaikan


Asscholmedia.net – Di era globalisasi seperti sekarang ini, informasi datang menghujam bertubi-tubi, termasuk informasi tentang keutamaan sebuah amalan-amalan yang datangnya dari perkataan para ulama atau dari nabi ﷺ.

Beda sekali dengan dulu, untuk mengetahui keutamaan sebuah amalan tidak boleh tidak kita harus mencari di lembar-lebar kitab yang berjilid-jilid itu.

Bacaan Lainnya

Untuk saat ini, setiap detik, lewat genggaman android kita dihujani oleh konten-konten yang bertema keutamaan sebuah amalan yang bermanfaat, namun kadang kita abaikan saja.

Nah, menurut Imam Nawawi ketika kita mengetahui keutamaan sebuah amalan, maka hendaknya kita mengamalkannya meski hanya satu kali, agar kita tergolong sebagai ahlinya.

اعلم أنه ينبغى لمن بلغه شيئ في فضائل الأعمال أن يعمل به ولو مرة واحدة ليكون من أهله، ولا ينبغى أن يتركه مطلقا بل يأتى بما تيسر منه، لقول النبي صلى الله عليه وسلم في الحديث المتفق على صحته “إذا أمرتكم بشيئ فأتوا منه ما استطعتم”

Ketahuilah, seyogyanya bagi seseorang yang sampai kepadanya keutamaan dari sebuah amalan agar mengamalkan amalan tersebut meski hanya sekali, supaya dia tergolong sebagai ahli pengamal dari amalan tersebut.

Dan tidak semestinya amalan itu ditinggalkan sama sekali, akan tetapi dikerjakan semampunya, sebab ada sabda Nabi ﷺ dalam sebuah hadits yang tidak diragukan lagi keshahihannya, “Ketika aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, maka lakukanlah sesuai kemampuan kalian.”

Bahkan Imam Nawawi juga mengatakan dengan mengutip dari para ulama yang lain,

قال العلماء من المحدثين والفقهاء وغيرهم : يجوز ويستحب العمل في الفضائل والترغيب والترهيب بالحديث الضعيف مالم يكن موضوعا

Para ulama dari ahli hadits, ahli fiqih dan lainnya mengatakan, “Boleh, bahkan sunnah melakukan keutamaan sebuah amalan dengan bertendensi kepada hadits lemah, selagi itu buka dengan hadits palsu.”

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Referensi : al-Adzkar al-Muntakhabatu Min Kalami Sayidil Abrar| al-Imam al-Hafidh Syaikhul Islam Muhyiddin Abi Zakariya Yahya Bin Syarafuddin an-Nawawi ad-Dimsyiqi asy-Syafi’i| Hal 7.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.