Jangan Berprasangka Buruk

Asscholmedia.net – Masa-masa di sekolah memang sering menjadi kenangan bagi siapapun yang pernah mengenyam bangku sekolah.

Terutama ketika guru memangggil untuk maju ke depan. Pikiran dan terkaan kita mulai berkecamuk, bertanya-tanya. Kenapa guru memanggil saya, mau apa ya, apa saya mau diberi tugas berat atau mau dihukum. apa salah saya?

Pikiran negatif dan persangkaan buruk di dahulukan, akibatnya dipanggil sampai tiga kali kita masih belum beranjak, dan akhirnya guru kita memanggil teman yang lain untuk maju ke depan.

Sebagaimana yang dialami oleh Fahmi salah satu murid saya. Ketika gurunya memanggil untuk maju ke depan Fahmi tidak mau karena takut dengan prasangka buruknya. Akhirnya sang guru memanggil murid yang lain, ternyata hanya diberi hadiah dengan disuruh menjawab pertanyaan ringan. Fahmi menyesal karena tidak segera maju ke depan.

Rupanya kejadian seperti ini bukan hanya terjadi di bangku sekolah. Ketika Allah SWT memanggil kita untuk menuju sholat dengan suara adzan, kita tidak bersegera memenuhi panggilan-Nya, karena alasan kesibukan yang lain.

Kita mendahulukan pikiran negatif dan prasangka buruk pada Allah SWT, dengan alasan kalau perkerjaan kita tinggalkan untuk menuju sholat nanti pelanggan lari, nanti penumpang kabur, nanti dianggap tidak profesional dalam kerja.

Padahal yang memberi rezeki adalah Allah SWT, yang menggerakkan hati pelanggan untuk membeli dan menggerakkan hati penumpang untuk ikut tumpangan kita juga Allah SWT.

Tapi ketika Allah SWT memanggil untuk sholat kita terlalu banyak alasan. Padahal Allah SWT hanya ingin memberikan yang terbaik, memberi hadiah hanya dengan mengerjakan sholat di awal waktu.

Semoga kita selalu husnuddhan kepada Allah SWT, agar kita bisa bersegera memenuhi perintahNya, agar Allah SWT segera memberi apa yang kita minta, dan memberi hadiah tanpa perlu kita minta.

Oleh: Shofiyullah el-Adnany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.