Tidak Pernah Memanjakan Anak

Asscholmedia.net – Guru saya pernah bercerita, bahwa Nyai Hj. Muthma’innah Aschal dan RKH. Fakhrillah Aschal dulu pernah mondok di Pondok Pesantren Sidogiri (PPS).

Bacaan Lainnya

Konon, keluarga Demangan ketika mondok di Sidogiri, beliau-beliau mendapat perlakuan yang istimewa, baik oleh keluarga pengasuh Sidogiri maupun oleh para santri, dibanding santri lainnya.

Di Sidogiri, suatu ketika beliau berdua tidak kerasan (tidak betah), dan kebetulan juga tengah menderita sakit ringan. Lalu keduanya bersepakat untuk pulang ke Bangkalan.

Akhirnya beliau berdua pun melanjutkan niatnya pulang ke Demangan, dan sampailah di Demangan Barat Bangkalan, tepatnya di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil.

Belum sempat duduk, tiba-tiba beliau berdua kepergok Abahnya, yakni Alllahumma Yarham KHS. Abdullah Schal.

“Kenapa pulang?” Tanya KHS. Abdullah Schal kaget. Beliau berdua hanya merunduk dengan tawaduk dan sopan santunnya, lalu dijawabnya dengan ringan, karena merasa sungkan dan takut, “Sakit.” Jawaban singkat.

Tanpa basa-basi, KHS. Abdullah Schal membawa beliau berdua keluar rumah menuju jalan raya, dan menyetop mobil untuk membawa beliau berdua kembali lagi ke Sidogiri.

KHS. Abdullah Schal mengatakan,

“Sengkok lebbi senneng tang anak mateh neng ponduk, e tembheng mateh neng roma.”

(Aku lebih senang anakku meninggal di pondok daripada meninggal di rumah)

Maksudnya, kalau karena sakit ringan tidak usah pulang dari pondok, bahkan seandainya sudah ditakdirkan akan meninggal dunia, maka lebih baik meninggal di pondok. Karena kalau meninggal di pondok dalam keadaan mencari ilmu, dengan izin Allah tergolong mati syahid, dan mendapat barakahnya pondok.

*****

Semoga beliau berdua selalu dalam keadaan sehat dan panjang umur, serta dimudahkan dalam segala urusannya. Ilmu dan barakahnya selalu mengalir kepada kita semua sebagai santrinya.

Mohon maaf, jika cerita di atas ditemukan kesalahan dan tidak sesuai fakta.

Oleh: Shofiyullah El-Adnany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.