Tentang Suara Merdu dan Indah (2)

Asscholmedia.net – Indahnya suara bidadari surga, simak penuturan berikut.

Bacaan Lainnya

عن الشيخ مكين الدين الأسمر رضي الله عنه قال : رأيت في المنام حورية وهي تقول : أنا لك وأنت لي، فبقيت نحو شهرين أو ثلاثة أشهر لا أستطيع أن أسمع كلاما إلا تقيأت لأجل طيب كلامها

Syaikh Makinuddin al-Asmar mengatakan, “Aku bermimpi bertemu Bidadari, dia berkata kepadaku, “Aku untukmu, dan kamu untukku.” Kemudian setelah itu, selama dua bulan atau tiga bulan aku tidak kuasa mendengarkan perkataan manusia, kecuali aku muntah, karena saking indahnya suara Bidadari itu.”

Kalau suara Nabi Daud membuat aliran sungai berhenti, dan membuat hewan yang mendengarkan mati, maka sura Bidadari surga membuat pendengarnya muntah ketika setelah itu mendengarkan suara perempuan dunia.

Kelak ketika Arasy Allah disibak, Nabi Daud diperintah untuk memuji Allah dengan suara bagusnya. Sebagaimana penjelasan di bawah ini.

وقال ابن أبي حاتم : حدثنا أبو زرعة حدثنا عبد االله بن أبي زياد حدثنا سيار حدثنا جعفر بن سليمان
سمعت مالك بن دينار في قوله : ” وإن له عندنا لزلفى وحسن مآب ” قال : يقوم داود عليه السلام
يوم القيامة عند ساق العرش فيقول االله : يا داود مجدني اليوم بذلك الصوت الحسن الرخيم الذي
كنت تمجدني في الدنيا فيقول : وكيف وقد سلبته فيقول : إني أرده عليك اليوم قال : فيرفع داود
بصوت يستفرغ نعيم أهل الجنان

Ibnu Abi Hatim berkata, “Ja’far bin Sulaiman mendengar Malik bin Dinar mengatakan tentang Firman Allah (Wa Inna Lahu Indana La Zulfa, Wa Husna Maab), “Nabi Daud berdiri ketika arasy disibak, lalu Allah berfirman, “Wahai, Daud. Pujilah aku sekarang dengan suara bagus dan indah itu, sebagaimana dulu kamu memujiku di dunia.” Nabi Daud bertanya, “Bagaimana caranya, sedangkan Engkau telah merusak suara itu?” Allah menjawab, “Sekarang telah Aku kembalikan suara bagus itu kepadamu.” Kemudian Nabi Daud mengangkat suaranya, yang membuat muntah para penikmat surga.”

Di tulisan sebelumnya, ada seorang teman menulis di kolom komentar, tidak percaya dengan cerita saya, kalau di kampung Masaran masyarakatnya banyak yang mempunyai suara indah, dan bakat tarik suara.

Saya yakinkan beliau dengan cara suruh membuktikan sendiri, yakni datang ke sana. Bukan untuk membangga-banggakan atau sombong, tapi saya berbicara kenyataan. Bahkan saking banyaknya yang bersuara bagus, yang lainnya juga ikut-ikutan mau punya suara bagus.

Seperti saya sendiri misalnya, meski suara saya tidak bagus, saya berusaha belajar tarik suara, dan melakukan gurah. Saya bergurah lebih dari lima kali, bahkan saya pernah ikut riadlah berpuasa putih selama tujuh hari, setelah gurah untuk memperbagus suara. Tapi nyatanya tetap saja suara saya tidak enak dan fales.

Karena pada sejatinya suara itu tidak akan bisa dirubah, sebab itu sudah menjadi faktor keturunan, semacam ketentuan yang telah ditetapkan Allah untuk orang itu.

Hanya saja kalau suara ingin diperindah, kemungkinan bisa, yakni dengan cara bergurah tadi, atau ikut pelatihan tarik suara, seperti qiratul Quran bit taghanni, tartil, shalawat berirama, atau bernyanyi. Akan tetapi tetap tidak bisa merubah jenis suara itu sendiri, paling tidak hanya untuk memperhalus, memanjangkan nafas dan agar tidak fales.

Menurut beberapa sumber yang saya baca, bahwa faktor dari suara indah di antaranya adalah; 1) Faktor genitik (faktor keturunan), 2) Faktor lingkungan, 3) Faktor latihan 4) Faktor kesehatan dan mental.

Bagi kita yang tidak punya suara bagus, kalau membaca al-Quran harus diperbagus dengan cara apapun yang bisa dilakukan. Karena Nabi ketika membaca al-Quran beliau memperbagus suaranya, disamping memang suara beliau sangat bagus.

عَنِ الْبرَاَءِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلّم قَرَأَ فِى الْعِشَاءِ بِالتّيْنِ وَالزَّيْتُوْنِ فَمَا سَمِعْتُ أَحَدًا اَحْسَنَ صَوْتًا مِنْهُ.

Dari al-Barra’ “Aku mendengar Rasulullah membaca (surat) at-Tin waz-Zaitun pada waktu shalat ‘Isya, maka aku tidak pernah mendengar seorangpun yang membacanya lebih indah (merdu) suaranya daripada suara beliau.” (HR. Bukhari Muslim)

Bahkan beliau mengatakan, “Barang siapa yang tidak memperbagus suaranya ketika membaca al-Quran, maka dia bukan dari golonganku.” (HR. Abu Daud)
_______________________

Doa agar suara terdengar indah dan merdu.

اللهم ارفع صوتي ولينه فوق كل صوت كصوت نبيك داود عليه السلام

Dibaca sebanyak hitungan huruf Arab nama yang membaca, setiap selepas shalat lima waktu.

Penulis : Shofiyullah el_Adnany

Referensi 1 : Tajul Arus Wa Unsun Nufus| Sayidi Ibni Athaillah as-Sakandari| Hal 39.

Referensi 2 : at-Tibyan Fi Adabi Hamlatil Quran| al-Imam Abi Zakariya Yahya bin Syarafuddin an-Nawawi| Hal 88.

Referensi 3 : Qishasul Anbiya Li Ibni Katsir| Hal 342.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.