Investasi Dunia Akhirat

Asscholmedia.net – Tradisi sungkeman uang sudah sangat mengakar di dunia pesantren, terutama pesantren di Madura. Ini sangat baik sebagai sedekah murid kepada gurunya, dan niat agar ilmu yang didapat bisa bermanfaat dan barokah.

Bacaan Lainnya

Menurut cerita dari sebagian alumni, dulu Hadratus Syaikh KHS. Abdullah Schal sering kali memberi hadiah atau uang kepada guru SD yang telah mengajari putra putrinya (RKH. Fakhrillah Aschal dan Nyai Hj. Mutmainnah Aschal) sebagai uangkapan terima kasih.

Suatu ketika saya sedang seret rezeki, maksudnya tidak puanya uang sama sekali. Adanya hanya 10 ribu rupiah, sedang keperluan saya banyak sekali.

Kebetulan waktu itu di kampung saya sedang menghadirkan kiai dalam sebuah acara, dan saya berpikir, kalau uang ini saya buat sungkeman saya tidak punya uang lagi. Namun akhirnya saya yakinkan pasti setelah ini akan ada gantinya, dan saya pun sungkem meski sedikit ragu.

Setelah pulang dari acara tersebut, sampai di rumah orang tua saya tiba-tiba ngasih uang ke saya 50 ribu. “Kasih ke yang lain saja, Bu. Aku masih punya” kata saya. “Sudah, tidak apa-apa, mumpung aku lagi ada rezeki lebih.” Jawab ibu saya.

Ternyata benar, tidak harus menunggu lama, gantinya langsung datang. Bahkan teman saya alumni PPSMCH mengatakan, “Mun nyungkem dek Kiai padenah mabuduk pesse, gentenah pasteh lebbi bennyak.”

Dari itu teman saya tadi kalau sungkem uang ke kiai tidak pernah sedikit, paling sedikitnya 50 ribu.

Mungkin bukan hanya saya, teman-teman pembaca di sini juga pernah mengalami yang seperti saya, dapat ganti yang lebih banyak ketika sehabis sungkem uang ke kiai.

Oleh: Shofiyullah_El-Adnany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.