Cocokhen Oreng Madureh

Asscholmedia.net – Orang Madura paling kuat kalau menjaga tradisi warisan para leluhurnya, seperti “Cocokhen” misalnya.

Bacaan Lainnya

Jika menyambut tanggal satu bulan Ramadlan disebut istilah “Pegghengan,” maka menyambut tanggal satu bulan kelahiran Nabi ﷺ, yakni bulan Rabiu’l Awal disebut dengan istilah “Cocokhen.”

Maksudnya kurang lebih, mencocokkan, bahwa malam itu sudah cocok dengan tanggal satu bulan Maulid Nabi ﷺ, yang menandakan waktunya masyarakat untuk merayakannya selama sebulan penuh, secara bergantian.

Tradisi Cocokhen yang berlaku di masyarakat Madura beda-beda, tapi tujuannya sama.

Sebagian masyarakat ada yang berkumpul di masjid, dengan membawa hidangan seadanya dari rumah masing-masing dan dikumpulkan di tengah-tengah orang yang duduk melingkar sambil lalu dibacakan sholawat Syaraful Anam, Maulid Barzanji, Maulid Diba’i dan lainnya. Setelah pembacaan doa selesai, hidangan itu dibagi-bagikan secara merata ke semua yang hadir di masjid tersebut.

Sebenarnya perayaan Maulid Nabi ﷺ khusus pada tanggal 12 Rabiul Awal, karena tanggal itu yang pas dengan kelahiran Beliau. Namun bagi orang Madura satu hari digunakan untuk bersedekah apalagi mensyukuri lahirnya Baginda Nabi ﷺ tidaklah cukup. Mereka menamakan Maulid Nabi ﷺ satu bulan penuh, bahkan kadang sampai ke bulan selanjutnya, yakni bulan Rasol yang dikenal denga istilah “Sorlod” (Rasol dan Mulod.)

Karena orang Madura gemar bersedekah, menyambung tali silatur rahim, dan berbelas kasih. Dari itu, cara bersedekah masyarakat Madura ada momentumnya. Dari bulan pertama Hijriyah kita kenal dengan bulan Jin Peddis, selanjutnya Jin Mera, Mulod, Rasol dan seterusnya. Semua nama-nama bulan tersebut dicocokkan dengan nama sedekahnya.

Untuk dalil atas perayaan Maulid Nabi ﷺ kita mengikuti pendapat ulama saja, semisal Al-Imam al-Suyuthi dari kalangan ulama’ Syafi’iyyah.

Beliau mengatakan:

يُسْتَحَبُّ لَنَا إِظْهَارُ الشُّكْرِ بِمَوْلِدِهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَالْاِجْتِمَاعُ وَإِطْعَامُ الطَّعَامِ وَنَحْوُ ذَلِكَ مِنْ وُجُوْهِ الْقُرُبَاتِ وَإِظْهَارِ الْمَسَرَّاتِ

“Sunah bagi kami untuk memperlihatkan rasa syukur dengan cara memperingati maulid Rasulullah ﷺ, berkumpul, membagikan makanan dan beberapa hal lain dari berbagai macam bentuk ibadah dan luapan kegembiraan”.

Oleh: Shofiyullah el-Adnany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.