Peletakan Batu Pertama Kantor Syafa

Asscholmedia.net -Hari Ahad tanggal 12 Shafar atau Minggu 19 September 2021 M, RKH. Fakhrillah Aschal memulai pembangunan “Kantor Bersama” dengan nama kantor SYAFA (Syadzili dan Fakher’s Mania) yang terletak di selatan Masjid Nurus Syadzili Panitan, Longkek, Galis.

Bacaan Lainnya

Beliau yang memasang batu pertama pembangunan kantor itu, sebagai pembuka sekaligus sebagai simbolis dari dimulainya sebuah pembangunan.

Pada prosesi peletakan batu pertama itu beliau tidak sendirian, namun beliau juga mengajak para ketua Tarekat asy-Syadzili dan para ketua Fakher’s Mania sekabupaten Bangkalan agar sama-sama mendapatkan pahala yang mengalir dan kemuliaan.

Hal itu sebagaimana pernah dilakukan oleh Rasulullah ﷺ ketika pemasangan Hajar Aswad ke dinding Ka’bah. Bedanya kalau diwaktu pemasangan Hajar Aswad para pembesar kaum Quraisy sama-sama merasa paling berhak, sehingga mereka mengadakan perundingan dan perjanjian persyaratan siapa yang paling berhak memasang Hajar Aswad.

Lalu yang memenuhi syarat tersebut hanyalah Rasulullah ﷺ, namun kendatipun Rasulullah ﷺ yang paling berhak meletakkan Hajar Aswad pada tempatnya seperti yang sekarang ini, tapi beliau masih menghargai para tetua kaum Quraisy itu.

Rasulullah ﷺ bersabda,

هلموا إلى ثوبا

“Ambilkan baju untukku!”

Kemudian beliau menggelar baju itu, lalu para pemimpin Quraisy diminta oleh beliau untuk bersama-sama memegang empat pucuk baju itu.

Pemegang pucuk pertama adalah Utbah bin Rabi’ah, sedangkan pemegang pucuk kedua yaitu Zam’ah, untuk pemegang pucuk ketiga bernama Abu Hudaifah bin al-Mughirah, dan pemegang pucuk yang keempat ialah Qais bin ‘Adi.

Di pemasangan batu pertama pembangunan “Kantor Bersama,” para ketua Tarekat Syadzili dan Fakher’s Mania diminta oleh RKH. Fakhrillah Aschal secara bergantian untuk memasang batu pondasi ke tempatnya, sambil diiringi lagu,

نبي الهدى لا تنسانى من شفاعة يارسول الله.

Agar semua pengurus itu sama-sama merasa punya tanggung jawab dan merasa dipentingkan.

Semoga pembangunan “Kantor Bersama” itu menjadi awal yang baik untuk menebar manfaat ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga Dzikir dan Sholawat benar-benar mendarah daging dalam tubuh masyarakat.

Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.