Pengaruh Teman Dunia Maya

Asscholmedia.net – Zaman sekarang berteman bukan hanya di dunia nyata, tapi ada juga istilah teman di dunia maya.

Taman adakalanya membawa kita kepada kebaikan, bisa juga membawa kita kepada keburukan.

Berteman di dunia maya, kita hanya mengetahui keseharian teman kita lewat story dan statusnya, tapi story dan status belum bisa dibuat pijakan seratus persen secara kongkrit bahwa teman kita itu adalah orang baik atau tidak, sebab kadang ada orang tidak baik, tapi story dan statusnya baik-baik, dan juga sebaliknya.

Menurut seorang ulama, perkataan adalah sifat dari orang yang berkata. Artinya kalau orang itu baik, maka kata-kata yang akan keluar dari mulutnya adalah yang baik-baik.

Demikian juga tulisan, tulisan adalah kata-kata yang tidak diucapkan. Jadi, story dan status seseorang sedikit banyak dapat mewakili baik atau buruknya orang tersebut meski tidak seratus persen.

وما فيك يظهر على فيك

“Apa yang ada pada dirimu akan tampak dari lisanmu.” (Syaikh Abdil Hamid bin Muhammad Abdir Qadir asy-Syafi’i)

Jika demikian, maka berhati-hatilah memilih teman kendatipun di dunia maya, karena berteman dengan orang yang tidak baik, dapat mempengaruhi diri kita.

وقال إبن العماد : لا ينبغى للإنسان الجلوس إلى فاسق، لأنه إن سلم من مشاركته فى الإثم لم يسلم من التخلق ببعض أخلاقه

Ibnu Imad mengatakan, “Tidak sepantasnya seseorang berteman dengan orang fasik, karena meskipun ia tidak ikut berdosa, tapi kemungkinan ia dapat ditulari akhlaknya yang jelek.”

فإن الطبع يسرق عند الإجتماع من حيث لا يشعر الإنسان

Kata Syaikh Nawawi al-Banteni, “Tanpa terasa, watak bisa mencuri wataknya orang lain ketika berkumpul.”

قال الله تعالى : قُلۡ كُلࣱّ یَعۡمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِ. اى كل واحد يعمل على طريق مشاكله ومخالطته

Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” (QS. al-Isra’ 84)

Yakni, setiap seseorang akan berbuat menurut cara orang lain yang mencampurinya.

عن المرء لا تسئل وسل عن قرينه
فكل قرين بالمقارن يقتدى

Penyair berkata, “Tentang karakter seseorang, jangan tanyakan pada orangnya, tapi tanyakanlah pada temannya. Karena setiap teman terhadap orang yang menemani akan mengikutinya.”

ومعنى هذا البيت أنك إذا أردت معرفة الإنسان فلا تسأل عنه وانظر إلى من يخالطه فإنه يعمل بطريقته

Maksud daripada syair di atas, ketika ingin mengetahui perangai seseorang, maka jangan bertanya pada orang itu, tapi lihatlah siapa temannya, karena perangainya tidak akan jauh berbeda dengan temannya.

Di sosial media ini beragam sekali teman-teman kita. Untuk itu carilah teman yang dapat mempengaruhi dirimu untuk selamat di dunia lebih-lebih di akhiratmu.

🖊️ Oleh : Shofiyullah el_Adnany

Sumber :

📖 Qami’ut Tughyan Ala Mandhumati Syu’bil Iman| Syaikh Nawawi Bin Umar al-Banteni| Hal 21

📖 Kanzun Najah Was Surur Fi Ad’iyatil Ma’tsurahi al-Lati Tasyrahus Shudur| Syaikh Abdil Hamid Muhammad Bin Ali Abdil Qadir al-Syafii| Hal 52.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.