Kisah Heroik Mempertahankan Keimanan

Asscholmedia.net – Umar bin Abdul Aziz ketika menjabat sebagai khalifah, mengutus pasukannya ke negara Romawi untuk berperang, tapi mereka kalah dan melarikan diri, dan sekitar dua puluh orang dari mereka di tahan.

Kaisar Romawi menyuruh salah satu dari mereka yang ditahan untuk murtad, masuk ke dalam agama kaisar dan menyembah berhala,

وقال إن دخلت فى دينى وسجدت للصنم أجعلك أميرا فى بلدة عظيمة وأعطك العلم والخلع والكؤوس والبوق وإن لم تدخل فى دينى أقتلك وأضرب عنقك بالسيف. فقال : لا أبيع الدين بالدنيا

Kaisar berkata kepada salah seorang dari tahanan itu, “Jika kamu masuk ke dalam agamaku, dan menyembah berhala, akan aku jadikan pejabat di negara yang besar, serta akan aku berikan sebuah pengetahuan, pakaian kerajaan, keraton dan terompet tanduk. Tapi jika kau tidak mau, maka akan aku penggal kepalamu.” Orang itu menjawab dengan tegas, “Tidak, aku tidak akan menjual agama dengan harta.”

Kemudian orang itu diperintah untuk dibunuh, dan akhirnya dia dibawa ke lapangan dan dipenggal lehernya, lalu kepalanya putus, berputar-putar di lapangan, dan kepala tersebut membaca ayat al-Quran yang berbunyi,

یَـٰۤأَیَّتُهَا ٱلنَّفۡسُ ٱلۡمُطۡمَىِٕنَّةُ ۝ ٱرۡجِعِیۤ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِیَةࣰ مَّرۡضِیَّةࣰ ۝ فَٱدۡخُلِی فِی عِبَـٰدِی ۝ وَٱدۡخُلِی جَنَّتِی

“Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS Al-Fajr 27 – 30)

Menyaksikan itu, kaisar Romasi marah, lalu memanggil orang kedua,

وقال أدخل فى دينى أجعلك أميرا فى مصر كذا وإلا أقطع عنقك كما قطعت عنق صاحبك. فقال لا أبيع الدين بالدنيا فإن لك ولاية قطع الرأس فليس لك ولاية قطع الإيمان.

Kaisar berkata kepada orang kedua, “Masuklah kamu ke dalam agamaku, akan aku jadikan kamu sebagai pegawai di Mesir yang itu. Tapi jika menolak, akan aku potong lehermu sebagaimana temanmu tadi.” Orang kedua juga menolak dengan mantap, “Tidak, tidak akan pernah aku jual agama dengan harta. Sekalipun kau berkuasa untuk menebas leher, tapi kau tidak bisa kuasa memutus keimanan.”

Lalu orang itu diperintah untuk dipenggal kepalanya, setelah dipenggal, kepalanya berputar tiga kali sebagaimana temannya tadi. Dan kepala itu membaca ayat yang berbunyi,

فَهُوَ فِی عِیشَةࣲ رَّاضِیَةࣲ ۝ فِی جَنَّةٍ عَالِیَةࣲ ۝ قُطُوفُهَا دَانِیَةࣱ

“Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam surga yang tinggi, buah-buahannya dekat.” (QS. Al-Haqqah 21 – 23)

Lalu kepala itu berkumpul dengan kepala yang pertama. Dan Kaisar pun marah besar, dan kali ini dia memanggil orang ketiga.

وقال : ما تقول أنت هل تدخل فى دينى وأجعلك أميرا؟

Kaisar berkata kepada orang ketiga, “Bagaimana menurutmu, apakah kamu mau masuk ke dalam agamaku, lalu aku jadikan kamu pegawai?”

Nahas, orang ketiga ini bernasib tidak baik, dia bersedia memenuhi tawaran kaisar Romawi itu, dan berkata,

وقال دخلت فى دينك واخترت الدنيا على الأخرة. فقال قيصر لوزيره : اكتب له مثالا واعطه خلعا وكؤوسا وعلما. فقال وزيره : يا ملك كيف أعطيه بغير تجربة؟ فقال الوزير : قل له إن كنت صادقا فى كلامك فاقتل رجلا من أصحابك نصدق كلامك.

“Aku bersedia masuk ke dalam agamamu, dan memilih dunia daripada akhirat.” Mendengar itu Kaisar langsung menyuruh mentrinya untuk memenuhi janjinya, “Tulislah baginya sebagaimana aku sebut, berikan dia pakaian kerajaan, keraton dan pengetahuan.” Si mentri menimpali, “Wahai, raja. Bagaimana aku langsung memberinya begitu saja, tanpa lebih dulu dibuktikan kejujurannya. Sebentar dulu, raja. Coba tanyakan kepadanya, “Jika kamu jujur atas perkataanmu, silahkan bunuh salah satu dari temanmu, baru kami akan percaya.””

Tanpa menunggu lama, orang ketiga ini mendatangi temannya dan membunuhnya demi memenuhi permintaan si mentri. Melihat kesungguhannya, kaisar secepatnya memerintah kepada mentrinya untuk memenuhi janjinya terhadap orang itu.

فقال الوزير للملك : هذا ليس من العقل أن تصدق كلامه فإنه مارعى حق أخيه الذى ولد معه ونشأ معه فكيف يرعى حقنا.

Tapi si menteri belum puas dia masih mengajukan alasan, “Ini tidak masuk akal raja, bagaimana mungkin kita mempercayainya, sementara dia tidak bisa menjaga hak-hak saudaranya yang sedari kecil dia hidup bersamanya. Lalu bagaimana mungkin dia akan bertanggungjawab untuk kita?”

Mendengar penuturan dari mentrinya, kaisar akhirnya memerintah untuk membunuh orang ketiga itu juga. Setelah dipenggal, kepalanya menggelinding dan berputar-putar di lapangan sampai tiga kali, dan kepala itu membaca ayat al-Quran,

أَفَمَنۡ حَقَّ عَلَیۡهِ كَلِمَةُ ٱلۡعَذَابِ أَفَأَنتَ تُنقِذُ مَن فِی ٱلنَّارِ

“Maka apakah (engkau hendak mengubah nasib) orang-orang yang telah dipastikan mendapat azab? Apakah engkau (Muhammad) akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka?” (QS. Az-Zumar 19)

Kepala orang ketiga itu terlempar ke luar lapangan, dan tidak berkumpul dengan kedua kepala temannya yang mempertahankan agamanya.

Disadur dari kitab: Qaami’ut Thughyan ala Mandhumati Syu’batil Iman| Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi al-Banteni. Hal 6-7.

Kunjungi channel Telegram Shofiyullah El_Adnany untuk membaca karya-karyanya yang lain. Klik link berikut: https://t.me/joinchat/Sy9LV7cQz2Y0MDY1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.