Ketika Nabi Musa AS Sakit Gigi

___________________________
Obat sakit gigi yang salah.

Bacaan Lainnya

Allah ﷻ berfirman menjelaskan tentang perkataan Nabi Ibrahim ﷺ,

وَإِذَا مَرِضۡتُ فَهُوَ یَشۡفِینِ

“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.” (QS. Asy-Syu’ara 80)

Sakit adalah musibah yang sengaja didatangkan oleh Allah ﷻ kepada hambaNya, untuk menguji kesabarannya, dan agar ia mengingat Allah ﷻ dalam ketidak berdayaannya.

Namun, musibah berupa sakit tidak ditimpakan oleh Allah ﷻ melainkan dihadiahi pahala setelahnya jika bersabar.

إذا مرض العبد ثلاثة أيام خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه.

“Ketika seorang hamba tertimpa sakit selama tiga hari, maka terhapuslah dosanya, sehingga seperti baru dilahirkan.” (HR. Bukhari)

Tatkala menderita sakit, maka dianjurkan untuk berobat sebagai ikhtiyar, dan juga berdoa mohon kesembuhan. Karena sejatinya tidak ada yang bisa menyembuhkan penyakit kecuali Allah ﷻ, sebagaimana keterangan ayat di atas.

Saat Nabi Musa ﷺ mengeluh sakit gigi kepada Allah,

وحكي أن سيدنا موسى عليه السلام شكا ألم سنه إلى الله تعالى فقال له خذ الحشيشة الفلانية وضعها على سنك فسكن الوجع فى الحال ثم بعد مدة عاوده ذلك الوجع فأخذ تلك الحشيشة ووضعها على سنه فزاد الوجع أضعاف ماكان فاستغاث إلى الله تعالى فقال إلهى ألست أمرتنى بهذا ودللتنى عليه فقال تعالى أناالشافى وأناالمعافى وأناالضار وأناالنافع قصدتنى فى المرة الأولى فأزلت مرضك والأن قصدت الحشيشة وماقصدتنى.

Syahdan, Nabi Musa ﷺ terkena sakit gigi, dan mengadukan kepada Allah tentang sakitnya itu. Allah ﷻ berfirman, “Ambillah rumput Falani, dan letakkan pada gigimu yang sakit.” Setelah dipasang, seketika sakitnya langsung hilang.

Beberapa waktu kemudian sakit giginya kambuh lagi, maka tanpa lebih dulu mengadu kepada Allah ﷻ, Nabi Musa ﷺ langsung mengambil rumput seperti petunjuk Allah tempo hari, lalu diletakkan rumput itu pada giginya yang sakit. Namun yang terjadi sakitnya malah tambah parah, lebih parah dari yang pertama. Lalu beliau mengadu kepada Allah ﷻ, “Ya Tuhanku, bukankah Engkau pernah menyuruhku dengan pelantara ini, dan menunjukkan itu kepadaku.”

Allah ﷻ berfirman, “Aku Yang Menyembuhkan, dan Aku Yang Menyihatkan, Aku Yang Memberi bahaya, dan Aku pula Yang Memberi manfaat. Dulu waktu sakit pertama kau menuju kepadaKu, lalu Aku hilangkan sakitmu. Sekarang kamu hanya menuju pada rumput bukan kepadaKu.”

Bagi yang sakit atau bagi yang menyambangi orang sakit, inilah doa apabila dibaca atau dibacakan, dengan izin Allah akan sembuh penyakitnya.

من قال أسأل الله العظيم رب العرش العظيم أن يعافيك ويشفيك سبع مرات عند مريض لم يحضره أجله عافاه الله من مرضه.

Barang siapa membaca, “Asalullahal ‘Adhima Rabbal ‘Arsyil Adhimi, An Yu’afiika/ki wa Yasyfiika/ki.” Dibaca sebanyak tujuh kali di sandingnya orang sakit, maka dia tidak akan sampai pada ajalnya, dan akan disembukan oleh Allah penyakitnya.

Hikmah dari tulisan ini, apabila kita sedang berobat, berikhtiyar dengan apapun, jangan lupa sertakan doa di situ, karena tidak ada obatnya apapun yang bisa menyembuhkan kecuali atas izin Allah.

Sumber :
Irsyadul Ibad Ila Sabilil Rasyad| al-Imam al-Fadlil Syaikh Zainuddin Ibni Abdis Aziz Bin Zainuddin al-Malibari. Hal 29.

Fathul Majid Syarhi Durril Fariid| Syaikh Nawawi al-Banteni| hal 37.

Tanqihul Qaulil Hatsitsi Fi Syarhi Lubabil Hadits| Syaikh Muhammad Nawawi Bin Umar al-Jawi al-Banteni| Hal 56.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.