LANSIA Dalam Al-Qur’an

Asscholmedia.net – Manusia ketika sudah lanjut usia dikembalikan oleh Allah ﷻ pada asal kejadiannya. Kembali seperti anak kecil lagi, dengan kondisi tubuh yang lemah, gigi berkurang, penglihatan, pendengaran dan cara berpikir yang kurang normal.

Sebagaimana anak kecil, orang lanjut usia kadang memang susah diatur. Beruntunglah bagi mereka yang punya anak cucu yang dengan sabar mau merawatnya di usianya yang sudah udzur.

Dalam al-Quran Allah ﷻ menjelaskan tentang kondisi orang yang sudah lanjut usia, yang terdapat dalam surah Yasin ayat 68.

وَمَن نُّعَمِّرۡهُ نُنَكِّسۡهُ فِی ٱلۡخَلۡقِۚ أَفَلَا یَعۡقِلُونَ
“Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti?”

قال بعضهم : المراد من النكس ذهاب المعصية يعني إذا كان المؤمن شيخا رفع القلم عنه فلا يكتب من سيأته كما لا يكتب من سيات الصبى
Sebagian ulama mengatakan, yang dimaksud dengan kata “dikembalikan” iyalah hilangnya kemaksiatan. Yakni ketika orang beriman mencapai umur tua, diangkatlah catatan amalnya. Maka tidak dicatatlah kesalahannya sebagaimana anak kecil.

Konon ketika gurunya Abu Mansur al-Maturidi mendekati wafatnya, dia berumur 80 tahun dan sakit. Lalu menyuruh Abu Mansur membelikan budak yang seumuran dengannya supaya dimerdekakan untuknya. Dicarilah budak itu oleh Abu Mansur tapi tidak menemukannya. Orang-orang berkata kepada Abu Mansur,

كيف تجد عبدا إبن ثمانين سنة وهو يبقى على الرق ولم يعتق
“Bagaimana mungkin kamu bisa menemukan budak umur 80 tahun, sedang dia dalam keadaan lemah dan belum dimerdekakan?”

Lalu Abu Mansur kembali kepada gurunya dan menyampaikan apa yang telah dikatakan orang-orang kepadanya. Ketika gurunya itu mendengar penuturannya tadi, dia sang guru menyungkurkan kepalanya ke tanah dan bermunajat kepada Tuhannya,

إلهى إن المخلوق لايحمل كرمه إذا بلغ عبده ثمانين سنة بأن يبقي على الرق بل يعتقه فأنا بلغت ثمانين سنة فكيف لاتعتقني من النار وأنت كريم جواد عظيم غفور شكور

“Ya Allah, sesungguhnya manusia tidak akan menanggung kedermawanannya kepada budaknya yang telah umur 80 tahun dalam keadaan lemah, bahkan dengan suka rela dia akan memerdekannya. Dan aku telah sampai pada umur 80 tahun, apakah Engkau tidak akan membebaskanku dari api neraka, sementara Engkau Maha Dermawan, Maha Agung, Maha Pengampun dan Maha Mensyukuri.”

Berkat munajatnya yang baik, dia dibebaskan oleh Allah dari api neraka.

Maka bagi kita yang masih punya orang tua lanjut usia, berbaktilah, rawatlah mereka, dan bersabar atas kata-kata yang keluar dari mulutnya, sebagaimana mereka sabar atas rengik kita dulu.

Mereka bagaikan al-Quran yang sudah rusak, tidak bisa dibaca namun juga tidak boleh diremehkannya.

Penulis: Shofiyullah El-Adnany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.