Rahasia Tentang Ucapan أمين

Penyair berkata :

يارب لا تسلبني حبها أبدا * ويرحم الله عبدا قال : أمينا

“Wahai Tuhanku, jangan rusak aku karena mencintainya selamanya. Dan semoga Allah ﷻ merahmati hamba yang mengucapkan أمين.” (Umar bin Abi Rabi’ah)

Maksudnya : Tuhan, ampuni aku karena telah mencintainya, dan jangan pernah murkai aku lantaran cintaku kepadanya (kekasihnya penyair). Wahai hamba Allah, tolong aminkan doaku ini, semoga kau dirahmati olehNya.

Kata أمين seperti contoh dalam syair di atas bermaknya استجب (kabulkanlah). Berbentuk sighat Isim Fi’il Amar dan mabni Fathah, sedangkan Fa’ilnya berupa Dlamir yang wajib disimpan, dengan mengira-ngirakan lafadz أنت.

Ada sekitar 10 atau lebih arti kata أمين menurut beberapa ulama, di antaranya adalah :

ومعناه اللهم استجب. وقيل افعل. وقيل معناه لايقدر على هذا أحد سواك. وقيل معناه لاتخيب رجاءنا. وقيل معناه اللهم أمنا بخير. وقيل هو طابع الله على عباده يدفع به عنهم الأفات. وقيل هي درجة في الجنة يستحقها قائلها. وقيل اسم من أسماء الله تعالى، وأنكر المحققون والجماهرون هذا. وقيل هو اسم عبراني غير معرب. وقال أبو بكر الوراق : هو قوة للدعاء واستنزال الرحمة.

1.) Ya Allah kabulkanlah. 2.) Semoga Engkau melakukannya. 3.) Tidak ada yang mampu mengijabahi kecuali Engkau. 4.) Jangan putuskanlah harapan kami. 5.) Ya Allah bahagiakan kami dengan kebaikan. 6.) أمين adalah tiangnya Allah ﷻ untuk hamba-hambaNya, yang dengan itu Allah ﷻ menyelamatkan hambaNya dari kerusakan. 7.) أمين adalah pangkat di surga yang berhak bagi yang membacanya. 8.) أمين adalah nama dari nama-namanya Allah ﷻ. Tapi pendaptat ini diingkari oleh ulama Jumhur dan Muhaqqiqun. 9.) أمين adalah bahasa Ibrani, bukan bahasa Arab. 10.) Menurut Abu Bakar al-Warraq, أمين adalah menguatkan doa dan menurunkan rahmat.

Sedangkan untuk melafadzkan أمين ulama juga berbeda pendapat. Dari sekian perbedaan, ada yang tidak boleh diucapkan dalam shalat dan dapat membatalkannya.

أفصحها (أمين) بالمد وتخفيف الميم والثانية بالقصر، وهاتان مشهورتان

Pendapat pertama. Adapun paling fashihnya (benar) mengucapkan lafadz أمين iyalah dengan memanjangkan Hamzah dan meringankan Mim (Aamiin). Sedangkan pendapat yang kedua adalah memendekkan Hamzah dan meringankan Mim(Amiin). Dua pendapat inilah yang masyhur dan paling banyak dipakai.

والثالثة (أمين) بالإمالة مع المد بينهما، حكاها الواحدى عن حمزة والكسائي

Pendapat ketiga, adalah dengan membaca imalah (antara fathah dan kasrah) serta memanjangkan Hamzah dan Mim (Eemiin). Pendapat ini diriwayatkan oleh al-Wahidi dari Hamzah dan Kisai.

والرابعة بتشديد الميم مع المد، حكاها الواحدى عن الحسن والحسين بن الفضل

Pendapat keempat, adalah dengan membaca Tasydid pada huruf Mim serta dibaca panjang (Aammiin). Yang ini juga diceritakan oleh al-Wahidi dari Hasan al-Bashri dan Husai bin Fadlal.

Pendapat yang keempat ini merupakan pendapat yang sangat jarang dipakai. Ada yang mengatakan kalau pendapat yang keempat ini tergolong bahasanya orang-orang umum, bahkan menurut madzhab Syafi’i, apabila dibaca di dalam shalat, maka batal shalatnya.

Jika masih mau melafadzkan أمين mengikuti pendapat yang keempat ini di luar shalat, maka harus membaca Fathah Nunnya, agar tidak bertemu dua huruf mati, sebagaimana membaca Fathah Nunnya lafadz أين dan Fa’nya lafadz كيف. Tidak boleh dibaca Kasrah Nunnya, karena beratnya mengucapkan Kasrah setelah huruf Ya’ menurut orang Arab.

Maksud dari Aammiin, yakni pendapat yang ke empat adalah sebagaimana ungkapan di bawah ini,

القاصدين نحوك وأنت أكرم من أن تخيب قاصدا

“Orang yang membaca أمين iyalah mereka yang bermaksud menuju kepada Engkau (Allah ﷻ), dan Engkau adalah Paling Dermawannya orang yang menolak mereka yang sedang bermaksud.”

Di dalam shalat seorang makmum dianjurkan membaca أمين sekiranya bersamaan dengan aminnya imam, karena malaikat juga ikut membaca أمين bersamaan dengan bacaan aminnya imam.

قال النبي ﷺ إذا قال الإمام : ( ولا الضالين ) فقولوا : أمين. فمن وافق تأمينه تأمين الملائكة غفر له ما تقدم من ذنبه

Nabi bersabda, “Ketika imam membaca (Wa Ladh Dhaallin) dalam surat Fatihah, maka ucapkanlah أمين. Karena barang siapa membaca أمين mencocoki dengan aminnya malaikat, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lewat.

Dalam bahasa Arab, أمين diucapkan untuk membersamai, menyambung dan menguatkan doa seseorang, dengan harapan agar orang yang membaca أمين termasuk dalam doa tersebut, atau menguatkan doa tadi agar semakin cepat terkabulnya.

Dalam salah satu hadits, Nabi ﷺ pernah membaca أمين atas doanya malaikat Jibril sampai diulang tiga kali.

Sedangkan dalam bahasa Indonesia “Amin” bisa berarti setuju, yakni mengaminkan atau mengiyakan.

Waallahu A’lamu

Penulis: Shofiyullah El-Adnany

Sumber: at-Tibyan Fi Adabi Hamlatil Quran, Mausu’atun Nahwi Was-Shorfi Wal-I’robi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.