Tiga Modal Manusia

Asscholmedia.net – Kecerdasan sering kali digambarkan dengan matematika dan sains, atau tes IQ dan algoritma yang rumit. Orang-orang yang dianggap memiliki kecerdasan tinggi biasanya dihargai dan sering dianggap sebagai orang yang bisa menyelesaikan hal-hal yang rumit.

Seorang psikolog Harvard yaitu Howard Gardner menjelaskan bahwa orang tidak memiliki kapasitas intelektual yang ditetapkan tetapi lebih banyak jenis kecerdasan, misalnya seseorang dapat menjadi cerdas dalam musik, tetapi buruk dengan angka.

Gardner juga berpendapat bahwa pandangan psikometri tradisional mengukur kecerdasan terlalu sempit dan mereka tidak mungkin menangkap semua kemampuan dan bakat yang dimiliki oleh orang-orang. Dia menyatakan bahwa tidak lengkap untuk menilai kecerdasan seseorang dengan satu atau dua faktor saja. Sehingga dalam hal ini dibutuhkan tiga modal kecerdasan manusia yaitu Intelligent Quotient (IQ), Spiritual Quotient (SQ), dan Emotional Quotient (EQ).

IQ merupakan hasil pengukuran dari kecerdasan kristal, yaitu kecerdasan yang terbentuk atas proses pembelajaran dan pengalaman hidup. SQ sebagai kecerdasan untuk mengembangkan kapasitas seseorang dalam mencari makna, visi, dan nilai hidupnya. EQ adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, dan mengontrol emosi dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Dalam sebuah survey dari Institut Teknologi Carnegie dibuktikan bahwa dari jumlah 10.000 orang sukses, 15% karena disebabkan oleh kemampuan teknis (IQ) dan 85% orang sukses sebab faktor-faktor kepribadian (EQ dan SQ).

Adapun Dr. Albert Edward Wiggam membuktikan dalam penelitiannya dan menghasilkan dari jumlah 4000 orang yang kehilangan pekerjaan, 400% orang karena kemampuan teknis dan 3600 orang karena faktor-faktor kepribadian.

Dari pemaparan di atas penulis menyimpulkan bahwa manusia memiliki tiga modal ini harus seimbang dengan maksud tidak cukup hanya bermodal intelektualitas saja namun harus dibarengi dengan EQ dan SQ.

Diharapkan dengan tiga modal yang berimbang ini akan membawa pada reaksi positif sehingga apa yang kita kerjakan setiap harinya tidak berlebihan.

Bahan artikel ini penulis kembangkan dari pemaparan Coach Muhammad Akbar Widigdo Mahamboro, S.E., C.Pst., C.SS-ALC.,-C.T-ALC pada acara Reuni dan Silaturrahmi Nasional Pengurus, Alumni dan Member ke-2 oleh Lembaga AR Learning Center yang diadakan secara virtual. Selasa, (17/08/2021) malam.

Penulis: Rofi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.