TAQOBALLAHU MINNA WA MINKUM

Asscholmedia.net – Ucapan ini sering kita dengar di momen hari raya baik secara lisan atau melalui tulisan di media sosial.

Bacaan Lainnya

Lalu mucul pertanyaan yang berkelindan dalam benak penulis sejak lama, apakah ucupan tersebut mempunyai sanad dari napak tilas Rasululluh dan para sahabatnya yang bisa dibuat rujukan? Atau ucapan tersebut semata produk lokal yang lahir dari tradisi masyarakat kemudian?

Berikut beberap kutiban para ulama yang sempat penulis rangkum:

Di antara penghormatan yang dituntunkan pada hari Ied yang merupakan faktor yang sangat efektif untuk mewujudkan kesatuan dan kedekatan hati adalah ucapan selamat hari raya yang diucapkan oleh para sahabat ketika bersua dengan sesama mereka.

Ucapan selamat ini tidak hanya berlaku untuk idul fitri saja bahkan berlaku untuk dua hari raya idul fitri dan idul adha. Sebagian orang beranggapan bahwa ucapan selamat hari raya tersebut hanya berlaku untuk Idul Fitri tanpa iedul adha. Ini adalah pendapat yang aneh, tidak berdalil dan tidak demikian yang dicontohkan oleh para shahabat Nabi.

Ada sejumlah riwayat yang menyinggung ucapan selamat hari raya bahkan menganjurkannya. Sebagian besar diantaranya telah disebutkan oleh al-Baihaqi dalam Sunan Kubro juz 3 hal 319.

Al-Baihaqi mengatakan:

باب ما روي في قول الناس يوم العيد بعضهم لبعض تقبل الله منا ومنك

“Bab berisi riwayat tentang ucapan selamat ketika hari Ied dengan kata-kata taqabballahu minna wa minka”.

Dari Khalid bin Ma’dan meceritakan:

قد لقيت واثلة بن الأسقع في يوم عيد فقلت تقبل الله منا ومنك . فقال : نعم ، تقبل الله منا ومنك . قال واثلة لقيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم عيد فقلت تقبل الله منا ومنك . قال : نعم ، تقبل الله منا ومنك .

“Aku berjumpa dengan Watsilah bin al Asqa’ pada hari Ied lantas kukatakan taqabbalallu minna wa minka”. Jawaban beliau, “Na’am, taqabbalallahu minna wa minka”. Watsilah lantas bercerita bahwa beliau berjumpa dengan Rasulullah pada hari Ied lalu beliau mengucapkan: “taqabbalallu minna wa minka”. Jawaban Rasulullah adalah: “Na’am, taqabbalallahu minna wa minka”

Abu Saad al Maliyani juga meriwayatkan dengan sanad yang sama dengan yang di atas sampai ke Watsilah bin al Asqa’, beliau mengatakan:

قال لقيت رسول الله يوم عيد فقلت تقبل الله منا ومنك.قال:نعم،تقبل الله منا ومنك .

“Aku berjumpa dengan Rasulullah pada hari ied lalu kukatakan, “taqabbalallu minna wa minka”. Jawaban Rasulullah adalah“Na’am, taqabbalallahu minna wa minka”

Al Hafizh Abu Ahmad bin Adi mengatakan:

هذا منكر لا أعلم يرويه عن بقية غير محمد بن إبراهيم هذا.

“Hadits ini statusnya adalah munkar (baca:lemah). Setahuku tidak ada yang meriwayatkan dari Baqiyah kecuali Muhammad bin Ibrahim ini”.

Al-Baihaqi mengatakan:

قد رأيته بإسناد آخر عن بقية موقوفا غير مرفوع ، ولا أراه محفوظا.

“Aku pernah menjumpai sanad yang lain dari Baqiyyah secara mauquf, bukan marfu namun aku tidak menilainya sebagai hadits yang mahfuzh”
Kesimpulannya, Baqiyah adalah seorang mudallis dan dalam sanad di atas dia menggunakan ‘an yang berarti dari. Yang kedua riwayat dari Baqiyah itu kontradiktif terkadang dalam bentuk marfu’ dan terkadang dalam bentuk mauquf. Sehingga hadits di atas adalah hadits yang lemah dengan dua sebab di atas.

أخبرنا أبو عبد الله الحافظ ثنا أبو العباس محمد بن يعقوب حدثنا العباس بن محمد حدثنا أحمد بن إسحاق حدثنا عبد السلام البزاز عن أدهم مولى عمر بن عبد العزيز قال :

كنا نقول لعمر بن عبد العزيز في العيدين تقبل الله منا، ومنك يا أمير المؤمنين فيرد علينا ولا ينكر ذلك علينا .

Dari Adham, bekas budaknya Umar bin Abdul Aziz, “Kami mengatakan kepada Umar bin Abdul Azizi ketika Iedul Fitri dan Adha, taqabbalallu minna wa minka wahai pemimpin orang-orang yang beriman. Beliau menjawab ucapan kami dan tidak menyalahkan kami”.

Ibnu Turkumani dalam kitab Dzail (catatan tambah beliau) untuk Sunan al-Kubro yang berjudul al-Jauhar al Naqiyyi ‘ala Sunan al Baihaqi juz 3 hal 320 mengatakan:

في هذا الباب حديث جيد أغفله البيهقي وهو حديث محمد بن زياد قال: كنت مع أبي أمامة الباهلي وغيره من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم فكانوا إذا رجعوا يقول بعضهم لبعض تقبل الله منا ومنك . قال أحمد بن حنبل إسناده إسناد جيد.

“Dalam masalah ini terdapat hadits dengan kualitas jayyid yang tidak disebutkan oleh al Baihaqi. Itulah hadits Muhammad bin Ziyad, “Aku bersama dengan Abu Umamah al Bahili dan sejumlah sahabat Nabi yang lain. Jika mereka pulang dari shalat Ied sebagian mereka mengatakan kepada sebagian yang lain taqabbalallahu minna wa minka”. Ahmad bin Hanbal mengatakan bahwa sanad hadits ini adalah berkualitas jayyid.

Dalam Fathul Bari juz 2 hal 446, al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan:

ورينا في المحامليات بإسناد حسن عن جبير بن نفير قال: كان أصحاب رسول الله إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض:تقبل الله مناومنك.

“Kami mendapatkan riwayat dalam al Mahamiliyyat dengan sanad yang hasan dari Jubair bin Nufair, beliau menceritakan bahwa para shahabat Nabi jika saling berjumpa pada hari ied mereka saling mengatakan taqabbalallahu minna wa minka”.

Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.