Hakikat Hari Raya

Asscholmedia.net – Di momen menjelang lebaran yang berbahagia ini, saya teringat pesan yang indah dari ulama besar Syaikh Sulaiman bin Muhammad bin Umar al-Bujairiy (w. 977) dalam karyanya Hasyiyah al-Bujairimiy ala al-Khatib:

Bacaan Lainnya

لَاتَتَوَقَّفُ عَلىٰ بَعْدٍ إِكْمَالُ الْعِبَادَةِ وَالطَّاعَةِ، وَلَيْسَ الْعِيدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيدَ بَلْ هُوَ لِمَنْ طَاعَتُهُ تَزِيدُ ، وَلَا لِمَنْ تَجَمَّلَ بِاللُّبْسِ وَالرُّكُوبِ بَلْ لِمَنْ غُفِرَتْ لَهُ الذُّنُوبُ.

“Janganlah berhenti setelah hari raya ini menyempurnakan ibadah dan ketaatan. Hari raya itu bukan bagi yang berpakaian baru, akan tetapi hari raya itu adalah bagi orang yang ketaatannya bertambah, bukanlah hari raya itu bagi orang yang berhias dengan pakaian yang indah dan berkendaraan bagus, tapi hari raya adalah bagi orang yang telah dihapus dosa dan kesalahannya.”

Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

📌Referensi:

📖 Sulaiman al-Bujairimi| Hasyiyah al-Bujairimiy ala al-Khatib| Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 2 hal 443.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.