KEUTAMAAN RAMADHAN DAN PUASA VERSI KITAB AL-JAWAHIRU AL-LU’LUIYAH

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Syaikh Muhammad bin Abdullah bin Abdul Latif al-Jurdaniy ad-Dimyathi asy-Syafi’i (w. 1331 H) dalam kitabnya al-Jawahiru al-Lu’luiyah fi Syarahi al-Arba’ina an-Nawawiyah mengatakan: “Di antara keutamaan bulan Ramadhan dan puasanya adalah:

1- Surga Selalu Berhias Diri Demi Ramadhan

Dalam sebuah hadits diceritakan:

عَنْ ابنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَى الله عليه وسلم يَقُولُ : (إِنَّ الْجَنَّةَ لَتُجَدَّدُ وَتُزَيَّنُ مِنَ الْحَولِ إِلَى الْحَوْلِ لِدُخُوْلِ شَهْرِ رَمَضَانَ، فَإِذَا كَانَتْ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ هَبَّتْ رِيْحٌ مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ يُقَالُ لَهَا : الْمُثِيْرَةُ, فَتُصَفِّقُ وَرَقُ أَشْجَارِ الْجَنَّةِ وَحَلَقَ الْمَصَارِيعِ، فَيُسْمَعُ لِذَلِكَ طَنِيْنٌ لَمْ يُسْمَعِ السَّامِعُوْنَ أَحْسَنَ مِنْهُ، فَتُشْرِفُ الْحُورُ الْعِيْنُ حَتَّى يَقِفْنَ عَلَى شَجَرِ الْجَنَّةِ فَيُنَادِينَ: هَلْ مِنْ خَاطِبٍ اِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فَيُزَوِّجُهُ، ثُمَّ يَقُلْنَ : يَا رِضْوَانُ مَا هَذِهِ اللَّيْةُ؟ فَيُجِيْبُهُنَّ بِالتَلْبِيَّةِ: يَا خَيْرَاتٌ حِسَانٌ، هَذِهِ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ).

Dari Ibnu Abbas ra, beliau mendengar dari baginda Nabi Muhammad ﷺ bersabda : “Sesungguhnya surga itu diperbaharui dan diperindah dari tahun ketahun karena menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Maka ketika telah masuk malam pertama dari bulan suci Ramadhan, berhembuslah angin dari bawah Arasy yang dinamakan angin Mutsirah kemudian angin tersebut menerpa daun pepohonan surga dan menerpa hiasan-hiasan surga, sehingga terdengarlah dengan sebab itu suatu bunyi yang belum pernah seorangpun mendengar bunyi yang lebih bagus dari itu. Maka para Bidadari terpesona sehingga mereka berhenti di bawah pepohonan surga. Dan Bidadari pun berseru: “Apakah ada seseorang yang akan melamarku kepada Allah ﷻ sehingga Allah ﷻ mengawinkannya”. Kemudian Mereka berkata: “Wahai malaikat Ridwan malam apakah ini? “Kemudian malaikat Ridwan menjawabnya: “Wahai Bidadari yang elok, malam ini adalah malam pertama di bulan suci Ramadhan”. (HR. al-Baihaqiy dalam kitab as-Sya’bi no. 3421Ibnu Asakir dalam Tarikh Damsyiq 52/291 dari Abdullah bin Abbas ra).

2- Berharap Ramadhan Setahun Penuh

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَوْ يَعْلَمُ النّاس مَا فِي رَمَضَان مِنَ اليُمْنِ وَالبَرَكَة لَتَمَنَّوا أَنْ يَكُوْنَ حَوْلًا كَامِلًا

Artinya: “Seandainya orang-orang tahu apa yang ada pada bulan Ramadhan berupa keberuntungan dan keberkahan, maka mereka berangan-angan setahun penuh adalah Bulan Ramadhan.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shahihnya no. 1886, al-Baihaqiy dalam kitab as-Sya’bi no. 3361 dari Abi Mas’ud al-Ghifariy).

3- Dosa-Dosa Akan Diampuni

Rasulullah ﷺ bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ [وفي رواية]: وَمَا تَأَخَّرَ

“Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah berlalu”. Dalam satu riwayat dikatakan: dosanya yang akan datang. (HR. Ahmad dalam al-Musnad 2/385).

4- Langit dan Bumi Berbahagia Dengan Datangnya Ramadhan

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَوْ أَذِنَ اللهُ لِلسَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ أنْ تَتَكَلَّمَا لَقَالَتَا بُشْرٰى لِمَنْ صَامَ رَمَضَانَ بِالْجَنَّةِ.

Artinya: “Seandainya Allah ﷻ mengizinkan langit-langit dan bumi berbicara, niscaya mereka akan berkata, “Berbahagialah bagi orang yang berpuasa Ramadhan dengan surga.” (HR. Ibnu ‘Adi dalam kitab al-Kamal 7/49 dari Anas bin Malik ra).

Ada sebuah tembang syair dari sebagian ulama bertemakan keutamaan bulan Ramadhan yang dikutip oleh Sayyid Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatu ath-Thalibin dengan genre bahar al-Kamil:

شَهْرُ الصِّيامِ لَقَدْ عَلَوْتَ مُكَرَّمَا # وَغَدَوْتَ مِنْ بَيْنِ الشُّهُوْرِ مُعَظَّمَا

Bulan Ramadhan, sungguh engkau bulan yang amat tinggi lagi terhormat, engkau bulan yang diagungkan di antara bulan-bulan yang lain

يَا صَائِمِى رَمَضَانَ هَذَا شَهْرُكُمْ # فِيْهِ اَبَاحَكُمُ الْمُــهَيْــمِنُ مَغْنَـــمَا

Wahai orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan, inilah bulan kalian. padanya Allah menganjurkanmu ber-ghanimah memperbanyak pahala

يَافَوْزَ مَنْ فِيْــهِ أطَاعَ اِلَهَــهُ # مُتَتـقَرِّبًا مُتَجَنِّباً مَا حَرَّما

Betapa beruntungnhya orang yang di bulan Ramadhan mentaati Tuhannya, mendekatkan diri kepadanya, serta menjauhkan diri dari apa yang telah diharamkan

فالوَيْلُ كُلَّ الوَيْلِ للعَصِى الَّذِى # فِى شَهْرِهِ أَكَلَ الحَرامَ وَأَجْرَمَا

Dan alangkah celakanya, sekali lagi alangkah celakanya orang yang bermaksiat pada bulan Ramadhan, memakan sesuatu yang haram dan berbuat dosa.

Terdapat pesan yang dikutip dari Imam ibnu Hajar al-Haitamiy mengatakan:

“أن تمني زوال رمضان من الكبائر”. ولعله كما قال الأمير: “إذا كان بغضًا للعبادة فربما يخشى منه الكفر والعياذ بالله تعالى”.

Artinya: “Sesungguhnya berharap supaya bulan Ramadhan cepat berlalu (selesai), maka hal itu termasuk dosa besar. kemungkinan yang dimaksud sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikh al-Amir: Apabila ia benci dengan ibadah dalam bulan Ramadhan, bisa dikhawatirkan menjadi kafir semoga Allah ﷻ melindungi kita semua.”

Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

📒 Syaikh Muhammad bin Abdullah bin Abdul Latif al-Jurdaniy ad-Dimyathi asy-Syafi’i|Al-Jawahiru al-Lu’luiyah fi Syarahi al-Arba’ina an-Nawawiyah| Daru al-Minhaj-Jiddah Cet. 2013 hal 134-135./www.kotobarabia.com, hal 49-50.

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas